Selasa, 26 Mei 2026

Polri Temukan Jaringan Narkoba Baru FP di Jawa Tengah

Jumat, 15 Maret 2024 03:26 WIB
Polri Temukan Jaringan Narkoba Baru FP di Jawa Tengah
Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa.
Jakarta (buseronline.com) - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali menemukan adanya jaringan baru buatan gembong narkoba inisial FP. Jaringan baru ini ditemukan di Provinsi Jawa Tengah.

“Ini adalah jaringan baru yang dibentuk FP dan dikendalikan langsung oleh FP dengan dikendalikan atas inisial L seorang wanita,” kata Dirtipid Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Mukti Juharsa di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Dari operasi di Jawa Tengah, penyidik menangkap empat tersangka. Sedangkan barang bukti yang disita sebanyak 51 kilogram sabu.

“Modus sama (dibungkus) teh China, penggunaan percakapannya tetap melalui BBM Messenger atau melalui lain-lain,” jelasnya.

Penyidik kini masih mengembangkan temuan ini. Petugas juga masih memburu pengendali jaringan baru FP tersebut.

“Kita sedang mencari tokoh intelektual yang baru seorang wanita, peran utamanya yang mengendalikan jaringan baru ini dan merekrut orang-orang baru dan juga sebagian mantan narapidana,” pungkasnya.

Sebelumnya, Bareskrim Polri bersama dengan Royal Thai Police (RTP), Polis Diraja Malaysia (PDRM), US DEA dan instansi terkait lainnya mengungkap sindikat narkoba jaringan internasional pimpinan FP.

Nilai aset jaringan ini bahkan sampai Rp10,5 triliun, dari 10,2 ton sabu serta 100 ribu lebih ekstasi. (R)
Editor
: Agie HT Bukit SH
beritaTerkait
Kemenhub Perkuat Layanan Transportasi Inklusif bagi Kelompok Rentan dan Wilayah 3T
Presiden Prabowo Resmikan Renovasi Museum dan Perpustakaan Seskoad di Bandung
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
Wamenkes Dante Dorong Deteksi Dini Lewat Cek Kesehatan Gratis Mitra Gojek
Semangat Literasi Tumbuh dari Perbatasan, Malinau Jadi Contoh Kolaborasi Pendidikan
Girona Resmi Terdegradasi dari La Liga, Elche Bertahan Usai Bermain Imbang
komentar
beritaTerbaru