Senin, 25 Mei 2026

Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi

Senin, 25 Mei 2026 19:02 WIB
Pertamina Tekankan Peran Strategis NOC dalam Menjaga Ketahanan Energi
Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza menerima plakat usai menjadi Narasumber pada sesi Special Session 2 “Global Challenges NOCs at The Heart of Energy Resilience”saat acara 50th IPA Convex Day 2 yang diselenggarakan di ICE BSD, Tangerang, Banten pada Kamis (21/5/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Pertamina menegaskan pentingnya peran perusahaan minyak nasional atau National Oil Company (NOC) dalam menjaga ketahanan energi dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan global yang semakin kompleks.

Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, dalam diskusi bertajuk Global Challenges: NOCs at the Heart of Energy Resilience pada rangkaian IPA Convex ke-50.

Dilansir dari laman Pertamina, menurut Oki, NOC tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis yang menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki mandat strategis untuk menjaga pasokan energi nasional sekaligus berkontribusi terhadap penerimaan negara.

"Selain memberikan kontribusi bagi penerimaan negara, NOC juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga ketahanan energi. Karena itu, strategi pengembangan energi tidak hanya bertumpu pada minyak, tetapi juga perlu memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi yang mampu menyediakan energi lebih terjangkau dengan emisi yang lebih rendah," ujar Oki.

Ia menjelaskan, hilirisasi energi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ekonomi nasional karena mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan nilai tambah sumber daya alam Indonesia.

Dalam konteks tersebut, gas bumi dinilai memiliki peran strategis untuk mendukung ketahanan energi sekaligus transisi menuju energi rendah emisi.

Untuk memperkuat sektor energi, Pertamina terus menjalin kolaborasi dengan pemerintah, mitra strategis, dan lembaga pembiayaan. Oki menilai sinergi antara negara dan korporasi menjadi faktor penting dalam keberhasilan proyek energi berskala besar.

Sebagai contoh, Oki menyoroti proyek LNG Mozambique yang mendapat dukungan Pemerintah Jepang melalui berbagai instrumen, mulai dari partisipasi equity JOGMEC, pembiayaan JBIC, asuransi NEXI, hingga dukungan pembelian LNG jangka panjang oleh JERA.

"Contoh global menunjukkan bahwa proyek energi strategis membutuhkan arsitektur dukungan yang kuat. Pemerintah dapat berperan melalui pembiayaan, asuransi, kepastian pasar, dan kebijakan yang membuat proyek menjadi bankable," katanya.

Oki juga menekankan pentingnya peningkatan produksi migas domestik guna mengurangi kesenjangan antara kapasitas pengolahan dan produksi nasional.

Saat ini, kapasitas pengolahan kilang Pertamina mencapai sekitar 1 juta barel per hari, sedangkan produksi minyak mentah nasional berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

"Kami terus menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan produksi. Pada saat yang sama, kami juga memperkuat portofolio gas bumi melalui partisipasi dalam proyek-proyek strategis," ujar Oki.

Selain fokus pada operasi domestik, Pertamina juga mengembangkan portofolio internasional secara selektif guna memperkuat pasokan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai ekonomi perusahaan.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pertamina Gandeng ERIA Kembangkan Riset Transisi Energi Berkelanjutan
Pertamina Kembali Gelar PGTC 2026, Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan Energi
Pertamina Bukukan Transaksi dan Potensi Bisnis UMKM Rp10,6 Miliar di Inabuyer Expo 2026
Pertamina dan BGN Kolaborasi Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan
Produk UMKM Binaan Pertamina Hadir di Booklet Pelita Air
Pertamina dan Halliburton Perkuat Kerja Sama Teknologi Hulu Migas di Houston
komentar
beritaTerbaru