Dalam menghadapi persaingan global,
Pertamina memanfaatkan kekuatan sebagai perusahaan energi terintegrasi yang memiliki rantai bisnis dari hulu hingga hilir.
Pengalaman panjang di sektor migas, dukungan infrastruktur, dan kemitraan strategis menjadi modal penting perusahaan dalam menjaga daya saing.
"Kolaborasi dengan sesama NOC maupun International Oil Company membantu menurunkan risiko, memperkuat disiplin investasi, serta mempercepat pengembangan berbagai peluang bisnis yang mendukung ketahanan energi," tutur Oki.
Ia menambahkan, kawasan ASEAN menjadi wilayah yang menarik bagi investasi energi karena memiliki pasar besar, pertumbuhan permintaan energi yang tinggi, serta kondisi yang relatif stabil.
"ASEAN menjadi kawasan yang menarik bagi investasi karena memiliki pasar yang besar, pertumbuhan permintaan energi yang kuat, serta kondisi yang relatif stabil. Dukungan regulator dan para pemangku kepentingan juga menjadi faktor penting dalam menjaga arus investasi ke kawasan ini," tutupnya. (R)
beritaTerkait
komentar