"Keberhasilan pendidikan tinggi tidak cukup diukur dari kualitas lulusan, capaian akademik, produktivitas, penelitian, maupun reputasi institusi. Keberhasilan tersebut juga ditentukan oleh karakter dan integritas seluruh insan yang berada di dalamnya," ujar Bejo.
Ia menambahkan, budaya antikorupsi harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan karakter, penguatan tata kelola, serta peningkatan kualitas pendidikan tinggi kesehatan.
Bejo menyebutkan, Poltekkes Kemenkes Semarang memiliki visi berkembang menjadi perguruan tinggi kesehatan yang unggul, modern, digital, berintegritas, dan mendunia. Visi tersebut sejalan dengan arah pengembangan institusi menuju World Class Health Polytechnic pada 2044.
Melalui kegiatan tersebut,
Poltekkes Kemenkes
Semarang menegaskan komitmennya memperkuat budaya antikorupsi sebagai bagian dari pembangunan institusi.
Di tengah persaingan pendidikan tinggi global, integritas menjadi modal penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik. Dengan demikian, perguruan tinggi tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga insan yang menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab. (R)
beritaTerkait
komentar