Sabtu, 31 Oktober 2026

Polri Perkuat Kerja Sama dengan Tiongkok Berantas Jaringan Narkotika Lintas Negara

Sabtu, 31 Oktober 2026 10:15 WIB
Polri Perkuat Kerja Sama dengan Tiongkok Berantas Jaringan Narkotika Lintas Negara
Pertemuan bilateral Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan delegasi Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok (Ministry of Public Security/MPS) di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (28/10/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Tiongkok dalam memberantas peredaran narkotika lintas negara.

Dilansir dari laman Humas Polri, kerja sama tersebut membuahkan hasil dengan terungkapnya laboratorium gelap (clandestine laboratory) sabu di Aceh yang menghasilkan barang bukti sebanyak 1,2 ton sabu dan penangkapan 11 tersangka di Indonesia.

Komitmen pemberantasan narkotika tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto dengan delegasi Kementerian Keamanan Publik Republik Rakyat Tiongkok (Ministry of Public Security/MPS) di Mabes Polri, Jakarta, pada 28 Oktober 2026.

Kapolri mengatakan, pengungkapan laboratorium narkotika di Aceh merupakan hasil kerja sama Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bea dan Cukai, serta dukungan Komisi Nasional Pengendalian Narkotika Tiongkok (National Narcotics Control Commission/NNCC).

Menurut Suyudi, kolaborasi kedua negara menjadi langkah penting dalam membongkar jaringan besar narkotika internasional yang beroperasi di Indonesia.

Ia menegaskan, Polri akan terus memperkuat kerja sama dengan mitra internasional untuk mengungkap seluruh jaringan, termasuk pihak-pihak yang berperan sebagai pendana dan pendukung operasional.

"Kolaborasi ini akan terus kita tingkatkan dalam rangka keamanan di Indonesia dan juga di beberapa wilayah yang ada di sekitar kawasan Asia. Untuk itu, kami, Pemerintah Indonesia, Polri dalam hal ini, menyampaikan bahwa kita sangat serius untuk melakukan upaya pemberantasan narkotika di Indonesia," tegas Suyudi.

Kapolri mengungkapkan, penyidik masih mengembangkan kasus laboratorium gelap di Aceh untuk menelusuri jaringan yang lebih luas. Pengembangan juga dilakukan terhadap perkara lain yang melibatkan sebuah kapal di wilayah Medan dan seorang warga negara Malaysia yang diduga berkaitan dengan kepemilikan kapal tersebut.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal NNCC sekaligus Wakil Direktur Jenderal Biro Pengendalian Narkotika Kementerian Keamanan Publik Tiongkok, Lan Weihong, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan hasil koordinasi penegakan hukum antara Indonesia, Tiongkok, dan Malaysia.

Ia menyebutkan, otoritas Tiongkok telah melakukan penyelidikan selama sekitar satu tahun terhadap kelompok kejahatan yang diduga menyelundupkan narkotika cair dari kawasan Myanmar, Thailand, dan Laos ke sejumlah negara, termasuk Indonesia.

Pada September 2026, NNCC Tiongkok menyampaikan informasi hasil penyelidikan kepada BNN Indonesia. Kedua negara kemudian sepakat melakukan kerja sama untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas negara.

Dalam operasi yang dilaksanakan pada 21 Oktober 2026, aparat Indonesia menangkap 11 tersangka dan menyita 1,2 ton sabu dari laboratorium gelap di Aceh. Sementara itu, otoritas Tiongkok menangkap tujuh orang yang diduga terkait dengan jaringan tersebut.

Lan Weihong mengapresiasi keberhasilan koordinasi aparat penegak hukum ketiga negara. Menurutnya, pertukaran informasi intelijen dan operasi bersama menjadi kunci dalam mengungkap kejahatan narkotika yang melibatkan jaringan internasional.

Ia berharap kerja sama Indonesia dan Tiongkok dapat terus ditingkatkan melalui pertukaran informasi, koordinasi penyelidikan, serta operasi penegakan hukum bersama.

Pertemuan bilateral tersebut sekaligus menegaskan komitmen kedua negara untuk mempersempit ruang gerak sindikat narkotika internasional.

Pengembangan kasus di Aceh dan Medan diharapkan dapat mengungkap jaringan yang lebih besar, termasuk para pendana dan pihak-pihak yang terlibat dalam operasional penyelundupan narkoba. (R)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Kapolri Tegaskan Komitmen Perkuat Penegakan Hukum dan Dukung Indonesia Emas 2045
Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Sinergi Berantas Judi Online hingga Penipuan Digital
Operasi Patuh 2026, Polri Kedepankan Edukasi untuk Tekan Angka Kecelakaan
Korps Sabhara Baharkam Polri Bagikan 550 Paket Makanan Bergizi dan Tanam Pohon di Depok
KPK Perkuat Gerakan Antikorupsi di Aceh dan Bengkulu, Sasar Keluarga hingga Generasi Muda
Bareskrim Polri Bongkar Bisnis BBM Ilegal di Muratara, Puluhan Ribu Liter Solar Disita
komentar
beritaTerbaru