"Bagi kami, Pemprov bukan sekadar forum tanda tangan, tapi momentum membangun tata kelola yang bersih, jujur, dan akuntabel. Pencegahan korupsi bagian dari seluruh penyelenggaraan pemerintahan," kata Mahyeldi.
Ia menyebut sejumlah sektor yang perlu mendapat perhatian serius, di antaranya pengelolaan keuangan daerah, pengadaan barang dan jasa, pengelolaan aset, pelayanan publik, perizinan, pengelolaan sumber daya manusia, serta pelaksanaan program pembangunan.
Mahyeldi juga menekankan pentingnya mengidentifikasi sektor berisiko tinggi, memahami penyebab potensi penyimpangan, menyusun langkah mitigasi, dan memastikan sistem pengendalian berjalan secara efektif.
Melalui kegiatan ini, KPK dan
Kemendagri berharap pemerintah daerah di
Sumatera Barat dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan memperkuat pencegahan korupsi.
Kolaborasi tersebut merupakan bagian dari program penguatan tata kelola pemerintahan daerah melalui pendekatan kewilayahan di berbagai klaster daerah di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar