Kamis, 17 September 2026

Polri Kerahkan Dua Kapal dan Helikopter untuk Cari Korban KM Virgo Transport 8

Kamis, 17 September 2026 18:10 WIB
Polri Kerahkan Dua Kapal dan Helikopter untuk Cari Korban KM Virgo Transport 8
Operasi pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan Basarnas bersama seluruh unsur SAR.

Banjarmasin (buseronline.com) - Operasi pencarian dan pertolongan korban KM Virgo Transport 8 terus dilakukan Basarnas bersama seluruh unsur SAR.

Dilansir dari laman Humas Polri, meski kondisi laut di sekitar lokasi pencarian diwarnai gelombang tinggi dan angin kencang, Polri tetap mengerahkan kekuatan laut dan udara untuk membantu menemukan korban yang masih dalam pencarian.

Dalam operasi pada 14 September 2026, dua Kapal Polisi dikerahkan, yakni KP Ibis-6001 dan KP Laksmana-7012. Selain itu, Polri juga mengoperasikan helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103 untuk mendukung proses evakuasi korban.

KP Ibis-6001, kapal kelas B1, berangkat dari Dermaga Bulog, Kuala Kapuas, Kalimantan Tengah, pada pukul 03.00 WITA. Kapal tersebut berada sekitar 103 nautical mile (NM) dari lokasi kejadian.

Lima personel Ditpolairud Polda Kalimantan Tengah turut dilibatkan dalam operasi tersebut. Sekitar pukul 09.00 WITA, KP Ibis-6001 melakukan penyisiran di wilayah utara area pencarian, tepatnya di sekitar koordinat 03°49'228'' LS dan 114°18'009'' BT.

Pencarian berlangsung dalam kondisi gelombang mencapai 2-2,5 meter dengan kecepatan angin 25-35 knot. Kondisi tersebut membuat seluruh kegiatan penyisiran dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel dan kapal.

Sekitar pukul 11.00 WIB, KP Ibis-6001 kembali menuju Pelabuhan Banjar Raya, Banjarmasin. Hingga pukul 17.00 WITA, kapal telah sandar di Dermaga Banjar Raya untuk melakukan bekal ulang sebelum kembali mendukung operasi SAR.

Sementara itu, KP Laksmana-7012, kapal kelas A3 yang berjarak sekitar 80 NM dari lokasi kejadian, telah diberangkatkan dari Dermaga Banjar Raya pada Minggu (13/9/2026) pukul 15.45 WITA.

Dalam perjalanan menuju lokasi pencarian, kapal sempat lego jangkar pada pukul 20.00 WITA karena kondisi gelombang yang kurang bersahabat. Setelah situasi memungkinkan, kapal kembali mengangkat jangkar pada Senin (14/9/2026) pukul 03.00 WITA.

KP Laksmana-7012 tiba di sekitar posisi terakhir KM Virgo Transport 8 sebelum tenggelam pada pukul 07.54 WITA. Lokasi tersebut berada di koordinat S 4°32'538" dan E 114°01'967", sekitar 5 NM dari titik koordinat tenggelam.

Kapal kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi. Pada pukul 09.08 WITA, pencarian diperluas ke wilayah perairan Kalimantan Tengah untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus.

Namun, hingga pukul 16.00 WITA, pencarian KP Laksmana-7012 belum membuahkan hasil. Kapal selanjutnya kembali dan sandar di Dermaga Banjar Raya.

Selain mengerahkan kapal, Polri turut memberikan dukungan melalui udara. Helikopter Dauphin AS 365 N3 P-3103 diterbangkan untuk membantu proses evakuasi setelah adanya informasi mengenai penemuan satu jenazah di atas tongkang yang ditarik Tugboat TCP.

Jenazah tersebut ditemukan dalam rangkaian pencarian gabungan yang dilakukan seluruh unsur dan kapal yang terlibat dalam operasi SAR. Temuan itu bukan merupakan hasil pencarian Kapal Polisi.

Setelah menerima informasi, helikopter Polri diberangkatkan dari Bandara Syamsuddin Noor menuju lokasi yang berjarak sekitar 80 NM dari Banjarmasin.

Helikopter membutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk mencapai lokasi. Evakuasi dilakukan menggunakan metode hoist dengan Basket Life. Dalam misi tersebut, Kombes Pol Herli bertugas sebagai kapten pilot.

Proses evakuasi berlangsung mulai pukul 14.48 hingga 16.50 WITA. Setelah tiba di Bandara Syamsuddin Noor, jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans TNI AU untuk menjalani penanganan dan proses identifikasi lebih lanjut di Kalimantan Selatan.

KM Virgo Transport 8 sebelumnya berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal tersebut dilaporkan hilang kontak pada Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.05 WITA.

Berdasarkan data Pemerintah melalui Posko Stamaops Polri per 14 September 2026 pukul 17.00 WIB, jumlah korban tercatat sebanyak 243 orang.

Dari jumlah tersebut, 86 orang telah berhasil dievakuasi menuju Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Satu orang lainnya berhasil dievakuasi menggunakan HR-3601 menuju Bandara Syamsuddin Noor. Sementara itu, sebanyak 27 orang belum terevakuasi dan 129 orang masih dalam pencarian.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dr Johnny Eddizon Isir SIK MTCP mengatakan Polri terus memberikan dukungan dalam operasi SAR yang dikoordinasikan Basarnas.

"Gelombang yang kurang bersahabat menjadi tantangan bagi seluruh tim di lapangan. Namun, pencarian tetap dilakukan selama kondisi memungkinkan. Kapal Polri terus bergerak memperkuat operasi SAR bersama Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat," ujar Johnny.

Menurutnya, operasi pencarian merupakan kerja bersama seluruh unsur yang berada di lapangan. Dukungan melalui kapal maupun udara terus diberikan untuk membantu menemukan korban yang masih dalam pencarian.

"Setiap kapal yang melakukan penyisiran dan setiap dukungan dari udara merupakan bagian dari ikhtiar untuk menemukan korban yang masih dalam pencarian. Polri akan terus memberikan dukungan dengan tetap mengutamakan keselamatan personel," katanya.

Operasi pencarian dan pertolongan KM Virgo Transport 8 masih berlangsung. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran dengan mempertimbangkan kondisi laut, arah arus, kecepatan angin, serta kemungkinan pergerakan korban dari lokasi terakhir kapal.

Di tengah kondisi laut yang menantang, seluruh unsur SAR terus bergerak untuk menemukan korban dan memberikan kepastian bagi keluarga yang masih menunggu. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Helikopter Polri Evakuasi Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 dari Tengah Laut
Polri Evakuasi Dua Jenazah Korban KM Virgo Transport 8 dengan Helikopter
Polri Siapkan Enam Posko DVI untuk Korban KM Virgo Transport 8
Polri Perkuat Penanganan Karhutla di Kalteng, Kerahkan Teknologi hingga Rekayasa Tata Air
Polri Perkuat Operasi SAR KM Virgo Transport 8
Kapolri Apresiasi Buruh dan Pengusaha Mulai Bahas RUU Ciptaker Bersama
komentar
beritaTerbaru