Rabu, 16 September 2026

Satu Korban Penculikan KKB di Mimika Berhasil Dievakuasi

Rabu, 16 September 2026 15:10 WIB
Satu Korban Penculikan KKB di Mimika Berhasil Dievakuasi
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo.

Timika (buseronline.com) - Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Mimika dan tokoh masyarakat berhasil mengevakuasi Demerina Uamang (23), salah satu dari sembilan warga yang sebelumnya menjadi korban penculikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Dilansir dari laman Humas Polri, Demerina berhasil dijemput dari Kampung Bela 1, Distrik Alama, pada 14 September 2026, setelah ditemukan dalam kondisi lemah usai bertahan sekitar 20 hari di wilayah hutan.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan keberhasilan evakuasi tersebut merupakan hasil koordinasi antara aparat keamanan dan tokoh masyarakat.

"Alhamdulillah, hari ini Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Mimika dan dibantu oleh tokoh masyarakat yang ada di Mimika telah berhasil mengevakuasi satu korban selamat atas nama Demerina Uamang," kata Yusuf, pada 14 September 2026.

Menurut Yusuf, informasi mengenai keberadaan korban diterima aparat pada 7 September 2026. Saat itu, seorang kepala kampung dari Kampung Bela 1 melaporkan adanya seorang perempuan yang ditemukan dalam kondisi selamat.

Aparat kemudian melakukan investigasi dan identifikasi. Hasilnya, perempuan tersebut diketahui merupakan Demerina Uamang, salah satu korban penculikan yang terjadi pada 17 Agustus 2026.

Demerina ditemukan bersama rekannya, Yosina. Namun, Yosina telah meninggal dunia ketika ditemukan karena kondisi fisiknya sangat lemah dan tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup.

"Mereka berjuang selama 20 hari di hutan, tidak makan dan minum. Demikian juga adik Demerina Uamang ditemukan dalam kondisi fisik yang lemah," ujar Yusuf.

Warga Kampung Bela kemudian berinisiatif merawat Demerina hingga kondisinya memungkinkan untuk dievakuasi.

Proses penjemputan sempat terkendala cuaca buruk. Helikopter yang disiapkan untuk melakukan evakuasi tidak dapat mencapai lokasi selama beberapa hari.

"Empat hari yang lalu kita sama sekali tidak bisa masuk ke lokasi karena faktor cuaca yang buruk, sehingga helikopter kita tidak bisa menembus ke sana," jelas Yusuf.

Pada Senin pagi, kondisi cuaca membaik. Tim gabungan yang terdiri dari personel Satgas Operasi Damai Cartenz, Polres Mimika, tokoh masyarakat, dan kepala kampung kemudian bergerak melakukan evakuasi.

Demerina diterbangkan menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan tiba di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda Papua Tengah sekitar pukul 09.08 WIT.

Setibanya di Timika, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.

"Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan," kata Yusuf.

Demerina hingga kini belum dapat dimintai keterangan karena masih mengalami syok dan membutuhkan pemulihan. Polisi menyebut kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pengalaman yang dialaminya selama berada dalam penyanderaan.

Sementara itu, Yosina telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan upaya penyelamatan terhadap tujuh korban lainnya yang masih hidup terus dilakukan.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani mengatakan keselamatan korban menjadi prioritas dalam setiap operasi penyelamatan.

"Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas," ujarnya.

Ia mengatakan proses evakuasi membutuhkan koordinasi dan kesabaran karena kondisi medan serta cuaca menjadi tantangan tersendiri.

Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan bahwa proses penjemputan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan keamanan personel dan korban.

"Proses penjemputan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Kami harus memastikan seluruh aspek keamanan dan keselamatan terpenuhi," katanya.

Pihak keluarga korban, Nelson Mom, mengungkapkan bahwa para korban mengalami kondisi yang sangat berat selama berada dalam penyanderaan.

"Selama dalam penyanderaan, kami mengalami keadaan yang sangat sulit. Kami tidak mendapatkan makanan dan kondisi sangat berat. Kami bersyukur Demerina sekarang sudah berhasil dijemput dan bisa mendapatkan pemeriksaan di Timika," ujar Nelson.

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan tujuh korban lainnya agar segera melapor kepada aparat keamanan atau pihak berwenang.

Masyarakat juga diminta tidak melakukan tindakan sendiri yang berpotensi membahayakan keselamatan korban maupun warga lainnya.

Aparat bersama tokoh masyarakat akan terus melakukan berbagai upaya untuk menyelamatkan para korban yang masih berada dalam situasi tersebut dengan mengutamakan keselamatan dan pendekatan kemanusiaan. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polisi Kantongi Ciri-ciri Pelaku Penembakan Tiga ASN di Jayawijaya
Empat Diduga Anggota Batalyon Eden Sawi Tewas dalam Penindakan di Yahukimo
Kaops Damai Cartenz Tinjau Pos Kiwirok, Tekankan Kewaspadaan dan Kesehatan Personel
10 Selongsong Peluru Ditemukan Usai Gangguan Tembakan di Asologaima
2.500 Paket Tas dan Alat Tulis Disalurkan untuk Anak-anak Papua
Patroli Humanis di Ilaga, Polisi Berbagi Makanan Ringan dengan Anak-anak Papua
komentar
beritaTerbaru