Demerina diterbangkan menggunakan Helikopter Bell Polri P-3002 milik Satgas
Operasi Damai Cartenz-2026 dan tiba di Landasan Heli Mako Yon B Pelopor Sat Brimobda
Papua Tengah sekitar pukul 09.08 WIT.
Setibanya di Timika, Demerina langsung dibawa ke RS Bhayangkara Timika untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapatkan penanganan medis.
"Kita bawa ke Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Timika untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat-obatan untuk mendukung fisiknya agar kembali menjadi baik dan stabil. Sekarang masih dalam proses pemulihan," kata Yusuf.
Demerina hingga kini belum dapat dimintai keterangan karena masih mengalami syok dan membutuhkan pemulihan. Polisi menyebut kondisi tersebut diduga berkaitan dengan pengalaman yang dialaminya selama berada dalam penyanderaan.
Sementara itu, Yosina telah dimakamkan secara adat oleh masyarakat di Kampung Bela. Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan upaya penyelamatan terhadap tujuh korban lainnya yang masih hidup terus dilakukan.
Kepala
Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol Dr Faizal Ramadhani mengatakan keselamatan korban menjadi prioritas dalam setiap operasi penyelamatan.
"Prioritas kami adalah memastikan korban dapat dijemput dan dievakuasi dengan selamat. Komunikasi dengan semua pihak menjadi kunci utama dalam menjaga kondusivitas kamtibmas," ujarnya.
Ia mengatakan proses evakuasi membutuhkan koordinasi dan kesabaran karena kondisi medan serta cuaca menjadi tantangan tersendiri.
Wakaops Damai Cartenz-2026, Kombes Pol Adarma Sinaga menambahkan bahwa proses penjemputan dilakukan secara terukur dengan mempertimbangkan keamanan personel dan korban.
"Proses penjemputan tidak dapat dilakukan secara terburu-buru. Kami harus memastikan seluruh aspek keamanan dan keselamatan terpenuhi," katanya.
Pihak keluarga korban, Nelson Mom, mengungkapkan bahwa para korban mengalami kondisi yang sangat berat selama berada dalam penyanderaan.
beritaTerkait
komentar