Aset itu merupakan barang rampasan dari terpidana Dudy Jocom, mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pusat Administrasi Keuangan dan Pengelolaan Aset Sekretariat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
Dudy Jocom terjerat perkara korupsi pembangunan gedung kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Riau, Minahasa, dan Gowa. Perkara tersebut telah berkekuatan hukum tetap sehingga aset dapat dieksekusi dan dimanfaatkan melalui mekanisme hibah.
Penandatanganan Berita Acara Serah Terima (BAST) disaksikan sejumlah pejabat, antara lain Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Kepala BPKAD Kota Bekasi Yudianto, Ketua Pengadilan Negeri Bekasi Mateus Sukusno Aji, Kasat Reskrim Bekasi Kota Kompol Verdika Bagus Prasetya, serta Kepala Kantah ATR/BPN Kota Bekasi Tarbarita Simorangkir.
KPK berharap Pemko
Bekasi dapat mengelola aset tersebut secara transparan dan akuntabel. Pemanfaatan lahan sebagai polder resapan air diharapkan segera terealisasi sehingga dapat menjadi bagian dari solusi penanganan
banjir sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat Kota
Bekasi. (R)
beritaTerkait
komentar