Kamis, 03 September 2026

Polri Siagakan 176 Personel Hadapi Erupsi Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 20:00 WIB
Polri Siagakan 176 Personel Hadapi Erupsi Gunung Sinabung
Sebanyak 176 personel Polda Sumut disiagakan untuk mengamankan wilayah rawan sekaligus membantu masyarakat terdampak erupsi.

Jakarta (buseronline.com) - Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat kesiapsiagaan menghadapi peningkatan aktivitas Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumut.

Dilansir dari laman Humas Polri, sebanyak 176 personel Polda Sumut disiagakan untuk mengamankan wilayah rawan sekaligus membantu masyarakat terdampak erupsi.

Langkah tersebut dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Karo, TNI, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta unsur terkait lainnya.

Gunung Sinabung saat ini berstatus Level III (Siaga) setelah mengalami erupsi pada 31 Agustus 2026 pukul 10.17 WIB.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam penanganan peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.

"Untuk menghindari jatuhnya korban luka dan jiwa, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, mengikuti setiap arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan, dan tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama," ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, pada 1 September 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan pada 1 September 2026 pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Sinabung mengeluarkan asap kawah berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian sekitar 50 hingga 600 meter. Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah timur hingga tenggara.

Aktivitas kegempaan juga tercatat berupa sembilan kali gempa hembusan, enam kali gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan dua milimeter.

Polda Sumut menyiagakan 176 personel yang terdiri dari 92 personel Brimob, 80 personel Samapta, dan empat personel tim kesehatan.

Mereka ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengamankan wilayah rawan, mengatur mobilitas masyarakat, membantu evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, serta menyampaikan informasi kepada warga.

Selain personel Polri, penanganan bencana diperkuat sekitar 550 personel gabungan yang terdiri dari 500 personel TNI dan 50 personel Pemerintah Kabupaten Karo.

Seiring status Gunung Sinabung berada pada Level III, masyarakat dilarang memasuki zona berbahaya hingga radius enam kilometer dari pusat aktivitas gunung. Sementara itu, risiko tinggi lontaran material berada di sekitar radius tiga kilometer.

Desa Payung dan Desa Kuta Tengah menjadi wilayah yang mendapat perhatian karena berpotensi terdampak awan panas. Kawasan Lau Kawar dan kebun anggur juga ditutup sementara guna mencegah masyarakat terpapar bahaya.

Polri bersama TNI, Pemkab Karo, BPBD, dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta sterilisasi wilayah yang berpotensi membahayakan. Masyarakat juga diimbau tidak mendekati kawasan tersebut, termasuk untuk melihat aktivitas gunung atau mengambil gambar.

Berbagai langkah penanganan telah dilakukan, mulai dari penyiraman wilayah terdampak abu vulkanik, pembagian 15.000 masker, peliburan sekolah selama dua hari di wilayah terdampak, penyiapan layanan kesehatan, dapur lapangan, penyaluran logistik dan kebutuhan dasar, hingga penguatan posko terpadu serta kesiapan jalur dan kendaraan evakuasi.

Posko Terpadu Penanggulangan Bencana ditempatkan di Kantor Koramil 04/Simpang Empat. Posko tersebut menjadi pusat koordinasi pemantauan situasi, pelayanan masyarakat, pengelolaan informasi, serta pengendalian penanganan apabila aktivitas Gunung Sinabung meningkat.

Trunoyudo juga meminta masyarakat menjadikan informasi resmi PVMBG, pemerintah daerah, BPBD, dan petugas di lapangan sebagai rujukan utama.

"Kami meminta masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi. Jangan menyebarkan kabar yang dapat menimbulkan kepanikan. Ikuti arahan petugas dan segera bergerak menuju lokasi aman apabila terdapat perintah evakuasi," tegasnya.

Masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik juga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, membatasi kegiatan di ruang terbuka, serta segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya.

Hingga saat ini, tidak terdapat korban jiwa akibat erupsi Gunung Sinabung. Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus memantau perkembangan aktivitas gunung dan menyesuaikan langkah penanganan berdasarkan kondisi di lapangan serta rekomendasi resmi PVMBG. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polri Perkuat Pencegahan Karhutla, Seluruh Polda Diminta Tingkatkan Kesiapsiagaan
Korbrimob Polri Perkuat Kesiapsiagaan Personel Hadapi Gangguan Keamanan dan Bencana
Kapolri Mutasi 424 Pati dan Pamen, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
Polri Perkuat Layanan 110, Target Respons Panggilan 10 Detik
Polri Tegaskan Komitmen Jaga Ruang Publik Tetap Aman dan Nyaman
Polri Kerahkan 403 Personel untuk Perkuat Edukasi Pencegahan Karhutla
komentar
beritaTerbaru