"Jangan menjadikan jumlah repost sebagai ukuran kebenaran. Semakin banyak informasi yang kita terima, justru semakin penting bagi kita untuk melakukan cek dan cross-check," kata Isir.
Polri mendorong masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas. Masyarakat juga diminta memberikan ruang bagi proses verifikasi sebelum mengambil kesimpulan atau menyebarkan informasi kepada orang lain.
"Ruang digital adalah ruang kita bersama. Mari kita jaga dengan menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis dan bertanggung jawab. Saring sebelum sharing, karena satu informasi yang kita bagikan dapat diteruskan kepada banyak orang," pungkasnya.
Polri menyatakan akan terus mendorong edukasi dan literasi digital sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem informasi yang sehat. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mengantisipasi penyebaran hoaks, misinformasi, dan disinformasi di tengah masyarakat. (R)
beritaTerkait
komentar