Kamis, 27 Agustus 2026

PLTS Terapung Gajah Mungkur Dibangun, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027

Kamis, 27 Agustus 2026 19:45 WIB
PLTS Terapung Gajah Mungkur Dibangun, Ditargetkan Beroperasi Akhir 2027
Groundbreaking proyek dilakukan bersamaan dengan peluncuran Program PLTS 100 GWp secara nasional yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto dari Bali, Selasa (25/8/2026).

Wonogiri (buseronline.com) - Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung Gajah Mungkur mulai dibangun di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Proyek pembangkit listrik berkapasitas 134 megawatt peak (MWp) itu ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2027.

Dilansir dari laman Jatengprov, PLTS Terapung Gajah Mungkur diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 218 gigawatt hour (GWh) listrik per tahun. Produksi tersebut diperkirakan setara dengan sekitar 37 persen kebutuhan listrik Kabupaten Wonogiri dalam satu tahun.

Groundbreaking proyek dilakukan bersamaan dengan peluncuran Program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) secara nasional yang dipimpin Presiden RI Prabowo Subianto dari Bali, pada 25 Agustus 2026.

Sebanyak 14 proyek PLTS dengan total kapasitas mencapai 5,2 GWp diluncurkan dalam program tersebut. Salah satunya adalah PLTS Terapung Gajah Mungkur.

Di Wonogiri, groundbreaking dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bersama jajaran pemerintah daerah, PT PLN, pengelola sumber daya air, serta pengembang proyek.

"Hari ini kita melakukan groundbreaking terkait dengan PLTS. Di Jawa Tengah ini adalah salah satu PLTS yang terbesar di Wonogiri, dengan kapasitas 134 megawatt peak," kata Luthfi.

Menurut Luthfi, pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur membutuhkan investasi sekitar Rp1,6 triliun. Pengembangan pembangkit berbasis energi baru terbarukan tersebut menjadi salah satu prioritas Jawa Tengah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Sementara itu, General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah Bramantyo Anggun Pambudi menjelaskan listrik yang dihasilkan PLTS Gajah Mungkur nantinya akan disalurkan melalui jaringan 150 kilovolt menuju Gardu Induk Nguntoronadi. Jarak PLTS dengan gardu induk tersebut sekitar 11,7 kilometer.

Bramantyo mengatakan listrik yang sudah masuk dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali nantinya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan masyarakat di sekitar Waduk Gajah Mungkur.

"Ketika listrik tersebut sudah masuk ke jaringan interkoneksi, maka listrik tersebut tidak khusus untuk berada di sekitaran daerah tersebut. Itu juga bisa disalurkan ke semua daerah di jaringan yang tersambung dengan interkoneksi," ujarnya.

Direktur Operasi Pembangkit Gas PT PLN Indonesia Power Daniel Eliawardhana mengatakan persiapan dan aspek teknis pembangunan proyek saat ini terus dilakukan.

"Secara target waktu sesuai yang disampaikan Pak Gubernur tadi, kita akhir tahun 2027 ini sudah bisa beroperasi setara 134 megawatt peak," kata Daniel.

Selain Gajah Mungkur, pengembangan PLTS di Jawa Tengah juga direncanakan di Waduk Kedung Ombo dengan kapasitas sekitar 100 MWac. Sementara proyek lain dengan kapasitas sekitar 7,4 MW disiapkan di Karimunjawa.

Pembangunan PLTS Terapung Gajah Mungkur merupakan bagian dari Program PLTS 100 GWp yang dikembangkan pemerintah secara nasional.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah serius mengejar pembangunan pembangkit listrik tenaga surya tersebut.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Karhutla Jateng Capai 232 Kejadian, Naik 700 Persen Dibanding Tahun Lalu
Jateng Siapkan Modifikasi Cuaca untuk Atasi Ancaman Kekeringan
Gubernur Ahmad Luthfi Ajak Warga Jateng Perkuat Persatuan dan Gotong Royong
Jateng Jadikan Desa Kepyar Proyek Percontohan Pengentasan Kemiskinan
Pemprov Jateng Tingkatkan Literasi melalui Transformasi Perpustakaan
Gubernur Jateng Tegaskan Tak Boleh Ada Korupsi dalam Pengelolaan Anggaran Daerah
komentar
beritaTerbaru