Kondisi tersebut, menurutnya, menuntut aparat penegak hukum untuk terus meningkatkan kemampuan teknis, profesionalisme, dan kesiapan operasional. Ia menegaskan, keberhasilan suatu operasi penindakan tidak hanya bergantung pada keberanian personel, tetapi juga ditentukan oleh perencanaan yang matang, analisis risiko yang tepat, koordinasi yang solid, sistem komando dan pengendalian yang efektif, serta pelaksanaan taktis yang profesional.
Aswin juga menyampaikan apresiasi kepada Korps Brimob Polri atas dukungan penuh dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut. Dipilihnya Mako
Korbrimob Polri sebagai lokasi pelatihan sekaligus keterlibatan instruktur Brimob menjadi bukti kepercayaan terhadap kompetensi Korps Brimob sebagai satuan elite Polri yang memiliki pengalaman dan kemampuan dalam pembinaan operasi taktis.
Melalui pelatihan Raid Planning Execution, personel BNN diharapkan mampu meningkatkan kemampuan dalam menyusun rencana operasi, melakukan analisis ancaman, memperkuat koordinasi tim, hingga melaksanakan penindakan secara profesional dengan tetap mengedepankan keselamatan personel, perlindungan masyarakat, penghormatan terhadap hak asasi manusia, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.
Sinergi antara Korps Brimob Polri dan
BNN RI ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di Indonesia. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan personel yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai tantangan operasi di lapangan demi mewujudkan Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba). (R)
beritaTerkait
komentar