Belu (buseronline.com) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui Trilateral Meeting yang mempertemukan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter)
Polri,
Australian Federal Police (AFP), dan Policia Nacional de Timor-Leste (PNTL) di Aula Wira Satya Polres Belu, Kabupaten Belu,
Nusa Tenggara Timur, Senin.
Pertemuan ini bertujuan mempererat sinergi, meningkatkan koordinasi, serta mempercepat pertukaran informasi intelijen guna mengoptimalkan penanganan berbagai bentuk kejahatan lintas negara, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste yang berdekatan dengan Australia.
Delegasi Indonesia dipimpin Penerjemah Madya Divhubinter
Polri Kombes Pol Juara Silalahi SIK MH didampingi Ps Kasubbag Monevtas Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter
Polri AKBP Fahrul Sudiana dan Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa bersama jajaran.
Sementara itu, AFP diwakili Federal Agent Sarah Hammond dan Judy Goldsmith serta staf AFP Dili Dalia Das Regas. Delegasi PNTL dipimpin Chief Superintendent Border Police Unit Calisto Gonzaga bersama pejabat dari Unit Intelijen, Maritim, dan Hubungan Internasional.
Dalam sambutannya, Kombes Pol Juara Silalahi menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam menghadapi ancaman kejahatan yang tidak mengenal batas wilayah.
"Divhubinter Polri sebagai pengemban fungsi hubungan internasional Polri memiliki tugas membangun dan memperkuat kerja sama dengan mitra kepolisian negara sahabat. Pertemuan trilateral ini merupakan wujud nyata komitmen kita untuk tidak bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman yang tidak mengenal batas negara," ujarnya.
Ia menambahkan, wilayah Kabupaten Belu memiliki posisi strategis sekaligus menjadi salah satu kawasan yang rawan dimanfaatkan jaringan kejahatan lintas negara. Karena itu, mekanisme pertukaran informasi intelijen yang cepat, akurat, dan aman menjadi kebutuhan utama dalam mendukung penegakan hukum.
beritaTerkait
komentar