Selasa, 18 Agustus 2026

Polri, AFP, dan PNTL Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Transnasional di Perbatasan

Rabu, 05 Agustus 2026 15:45 WIB
Polri, AFP, dan PNTL Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Transnasional di Perbatasan
Trilateral Meeting yang mempertemukan Divhubinter Polri, AFP, dan PNTL di Aula Wira Satya Polres Belu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Senin (3/8/2026).

Belu (buseronline.com) - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) terus memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi ancaman kejahatan transnasional.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Trilateral Meeting yang mempertemukan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, Australian Federal Police (AFP), dan Policia Nacional de Timor-Leste (PNTL) di Aula Wira Satya Polres Belu, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, Senin.

Pertemuan ini bertujuan mempererat sinergi, meningkatkan koordinasi, serta mempercepat pertukaran informasi intelijen guna mengoptimalkan penanganan berbagai bentuk kejahatan lintas negara, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste yang berdekatan dengan Australia.

Delegasi Indonesia dipimpin Penerjemah Madya Divhubinter Polri Kombes Pol Juara Silalahi SIK MH didampingi Ps Kasubbag Monevtas Set NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri AKBP Fahrul Sudiana dan Kapolres Belu AKBP I Gede Eka Putra Astawa bersama jajaran.

Sementara itu, AFP diwakili Federal Agent Sarah Hammond dan Judy Goldsmith serta staf AFP Dili Dalia Das Regas. Delegasi PNTL dipimpin Chief Superintendent Border Police Unit Calisto Gonzaga bersama pejabat dari Unit Intelijen, Maritim, dan Hubungan Internasional.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Juara Silalahi menegaskan pentingnya kolaborasi antarnegara dalam menghadapi ancaman kejahatan yang tidak mengenal batas wilayah.

"Divhubinter Polri sebagai pengemban fungsi hubungan internasional Polri memiliki tugas membangun dan memperkuat kerja sama dengan mitra kepolisian negara sahabat. Pertemuan trilateral ini merupakan wujud nyata komitmen kita untuk tidak bekerja sendiri dalam menghadapi ancaman yang tidak mengenal batas negara," ujarnya.

Ia menambahkan, wilayah Kabupaten Belu memiliki posisi strategis sekaligus menjadi salah satu kawasan yang rawan dimanfaatkan jaringan kejahatan lintas negara. Karena itu, mekanisme pertukaran informasi intelijen yang cepat, akurat, dan aman menjadi kebutuhan utama dalam mendukung penegakan hukum.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polri Kerahkan 260 Personel untuk Tangani Dampak Gempa M7,7 di Flores
Korlantas Polri Perkuat Akurasi Data BMN melalui Sinkronisasi SAKTI 2026
Stand Korsabhara Baharkam Polri Jadi Magnet Pengunjung Indo Security 2026
Bareskrim Bongkar Dua Jaringan Judi Online Internasional
Kompolnas Visitasi Pasukan Pelopor Korbrimob Polri, Soroti Inovasi dan Kesiapan Personel
Korlantas Polri Perkuat Penanganan ODOL untuk Tekan Kecelakaan di Jalan Tol
komentar
beritaTerbaru