Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat Baiq Isvie mengaku kunjungan tersebut memberikan kesan mendalam dan menjadi pengingat agar selalu bekerja sesuai aturan yang berlaku.
"Bagi kami, itu merupakan momok yang luar biasa dan sungguh sangat tidak kita inginkan. Hal ini menyadarkan kami agar tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan ketentuan," tuturnya.
Sepanjang kegiatan, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pembangunan komitmen integritas, penguatan nilai-nilai antikorupsi, penerapan integritas dalam pelaksanaan tugas, hingga penyusunan rencana aksi yang akan diterapkan di daerah masing-masing.
Sebanyak 62 peserta mengikuti PAKU Integritas 2026 yang terdiri dari 15 wakil gubernur, 15 ketua DPRD provinsi, tiga wakil ketua DPRD, dua sekretaris daerah provinsi, serta pasangan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, KPK berharap lahir semakin banyak pemimpin daerah yang menjadikan integritas sebagai fondasi utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik. (R)
beritaTerkait
komentar