Minggu, 04 Oktober 2026

Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Sawit

Selasa, 09 Juni 2026 17:30 WIB
Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Sawit
Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Ade Simanjuntak memberikan keterangan usai Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan dan Upaya Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Satgas Pangan Polri mulai menyelidiki dugaan praktik kartel dan persekongkolan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit setelah ditemukan adanya penurunan harga di tingkat petani yang dinilai tidak sejalan dengan kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) dunia maupun penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah.

Kepala Satgas Pangan Polri Brigjen Pol Ade Simanjuntak mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk mengusut indikasi praktik yang menyebabkan harga TBS mengalami penurunan di tengah tren positif pasar global.

Pernyataan tersebut disampaikan Ade dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Perkembangan dan Upaya Stabilisasi Harga TBS Kelapa Sawit yang dipimpin Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin.

"Kami menduga adanya indikasi kartel atau persekongkolan yang menyebabkan harga TBS turun di saat harga CPO dunia tidak turun, bahkan cenderung naik. Karena itu, kami akan melakukan penyelidikan bersama KPPU, baik di tingkat pusat maupun daerah," ujar Ade dilansir dari laman Humas Polri.

Rapat tersebut turut dihadiri pelaku usaha, asosiasi petani sawit, Satgas Pangan Polri, serta jajaran Direktorat Reserse Kriminal Khusus dari 25 Polda di seluruh Indonesia.

Ade menegaskan Satgas Pangan Polri mendukung penuh langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga komoditas sawit dan mencegah praktik yang merugikan petani maupun negara.

Menurutnya, fenomena turunnya harga TBS saat harga CPO dunia meningkat merupakan kondisi yang perlu ditelusuri lebih lanjut.

Ia memastikan pihaknya tidak akan ragu melakukan penegakan hukum apabila ditemukan pelanggaran yang merugikan petani dan mengganggu iklim usaha yang sehat.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah berkomitmen melindungi sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan hidup pada sektor tersebut.

Ia menilai penurunan harga TBS yang terjadi belakangan ini merupakan anomali karena tidak sejalan dengan perkembangan harga CPO global maupun penguatan dolar AS.

"Perintah Presiden jelas, bela petani. Harga TBS harus kembali seperti semula. Bahkan seharusnya berpotensi naik karena harga CPO dunia meningkat dan nilai tukar dolar menguat. Tidak ada alasan harga TBS justru turun," kata Amran.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Polri Lepas 140 Personel FPU 8 MINUSCA untuk Misi Perdamaian PBB di Afrika Tengah
Suyudi Ario Seto Ungkap Fokus Awal sebagai Kapolri
Nakhoda KM Virgo Transport 8 Jadi Tersangka, Langsung Ditahan
Korlantas Polri Tingkatkan Profesionalisme Personel Wal dan PJR Lewat Coaching Clinic
Prabowo Lantik Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, Wahyu Hadiningrat Jadi Wakapolri
Polri Perkuat Rantai Pasok Pangan untuk Dukung Program MBG
komentar
beritaTerbaru