Jumat, 05 Juni 2026

Pemko Bandung Bentuk Tim Antibegal, Gandeng Polisi dan Brimob Perkuat Keamanan Kota

Kamis, 04 Juni 2026 19:15 WIB
Pemko Bandung Bentuk Tim Antibegal, Gandeng Polisi dan Brimob Perkuat Keamanan Kota
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan saat jumpa pers di Balai Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).

Bandung (buseronline.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Bandung memperkuat langkah pencegahan kejahatan jalanan dengan membentuk tim antibegal bersama jajaran kepolisian, termasuk Satuan Brimob Polda Jawa Barat.

Dilansir dari laman Jabarprov, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan pembentukan tim tersebut merupakan tindak lanjut arahan Kapolda Jawa Barat untuk mengantisipasi potensi peningkatan kasus begal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

"Darurat sih tidak, tapi mumpung belum darurat, lebih baik kita cegah dari sekarang," ujar Farhan saat jumpa pers di Balai Kota Bandung, Selasa.

Menurutnya, indikasi meningkatnya aksi begal mulai terlihat dari laporan kejadian yang hampir muncul setiap pekan. Karena itu, pemerintah daerah bersama aparat keamanan memilih mengedepankan langkah pencegahan melalui penguatan patroli dan pelibatan masyarakat.

Upaya tersebut akan dijalankan melalui dua program utama, yakni Jawara Sakti dan Ujang Barong. Program Jawara Sakti merupakan kolaborasi antara Satpol PP, warga, dan Satlinmas dalam menjaga keamanan wilayah secara aktif.

Sementara Ujang Barong merupakan program kepolisian yang mengedepankan sinergi unsur kewilayahan dan masyarakat melalui kegiatan ronda lingkungan.

Farhan menegaskan seluruh unsur yang terlibat harus proaktif melakukan pemantauan di lapangan dan tidak hanya menunggu laporan dari masyarakat. "Prinsipnya tidak boleh ada yang menunggu. Kalau menunggu, kejadian sudah terlambat," tegasnya.

Selain itu, Tim Prabu yang selama ini bertugas menjaga ketertiban umum juga akan diperkuat untuk mendukung operasi pengamanan.

Personel Brimob, kepolisian, dan Satpol PP akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan wisata, permukiman warga hingga wilayah perbatasan kota.

Terkait penegakan hukum, Farhan memastikan aparat tetap mengedepankan perlindungan hak-hak sipil masyarakat. Namun, tindakan tegas dan terukur akan dilakukan apabila pelaku kejahatan membahayakan keselamatan warga.

"Kalau memang mengancam, tentu ada penindakan tegas. Tapi kalau bisa dilumpuhkan, kita bawa ke kantor," katanya.

Sementara itu, Dansat Brimob Polda Jawa Barat, Kombes Pol Zuhdi Batubara menegaskan pentingnya pendekatan kolaboratif dalam menjaga keamanan wilayah. Menurutnya, pengamanan akan lebih efektif apabila dilakukan sejak tahap pencegahan melalui sinergi lintas instansi.

"Kami tidak hanya menjalankan tugas pokok, tapi juga melakukan langkah-langkah awal mitigasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait," ujarnya.

Zuhdi menilai Kota Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat sekaligus destinasi wisata memerlukan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah daerah, kepolisian, dan masyarakat dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan di tengah tingginya aktivitas warga.

"Kolaborasi ini penting agar kamtibmas tetap terjaga dengan baik dan citra Kota Bandung tetap positif," tuturnya. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pemko Bandung Perkuat Kota Inklusif Lewat Penguatan RBM
Pemko Bandung Matangkan SPMB 2026/2027, Farhan Tekankan Keadilan dan Transparansi
Pemko Bandung Siapkan Program Olahraga Tiga Kali Seminggu untuk Cegah Obesitas Anak
Pemko Bandung Perkuat PHBS untuk Tekan Penyakit Tidak Menular
Pemko Bandung Gelontorkan Rp43,2 Miliar untuk Pendidikan, Fokus pada Akses dan Kesehatan Mental
Pemko Bandung Jamin Stok Sembako Aman, Perketat Pengawasan Gudang
komentar
beritaTerbaru