Jumat, 22 Mei 2026

Rakernis Densus 88 Bahas Ancaman Terorisme Digital, Tekankan Pencegahan dan Literasi Masyarakat

Jumat, 22 Mei 2026 18:30 WIB
Rakernis Densus 88 Bahas Ancaman Terorisme Digital, Tekankan Pencegahan dan Literasi Masyarakat
Bedah Buku Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital yang digelar dalam rangkaian Rakernis Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026.

Jakarta (buseronline.com) - Perubahan pola ancaman terorisme dan ekstremisme berbasis kekerasan di era digital menjadi perhatian utama dalam Bedah Buku Gamifikasi Kekerasan dalam Teror Modern di Era Digital yang digelar dalam rangkaian Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Densus 88 Antiteror Polri Tahun Anggaran 2026.

Dilansir dari laman Humas Polri, kegiatan tersebut dihadiri Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Komjen Pol (Purn) Eddy Hartono, serta Kadensus 88 AT Polri Irjen Pol Sentot Prasetyo.

Dalam forum itu, para pemangku kepentingan membahas perubahan ancaman terorisme yang kini bergerak lebih cair melalui ruang digital, algoritma media sosial, komunitas virtual, hingga kerentanan psikologis generasi muda.

Wakapolri Dedi Prasetyo menegaskan bahwa pola ancaman saat ini tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, melainkan berkembang melalui ruang digital dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan.

"Kita sedang menghadapi ancaman yang tidak lagi selalu tumbuh melalui organisasi besar dengan struktur formal, tetapi bergerak melalui ruang digital, algoritma, dan fragmen ideologi yang sulit dipetakan. Negara tidak boleh hanya hadir saat api sudah membesar; pencegahan sosial harus hadir lebih awal, sedangkan penegakan hukum menjadi langkah terakhir yang terukur," ujarnya.

Menurutnya, mitigasi ancaman terorisme harus diperkuat melalui literasi digital, perlindungan anak, dan kemampuan masyarakat mendeteksi risiko sejak dini, tidak hanya mengandalkan penindakan hukum.

Sementara itu, Kepala BNPT Eddy Hartono menilai terorisme dan ekstremisme kini menjadi ancaman lintas sektor yang membutuhkan sinergi nasional lebih kuat.

"Terorisme dan ekstremisme tidak lagi dapat dipandang sebagai persoalan satu institusi. Ancaman ini lintas sektor, lintas ruang, dan lintas generasi. Karena itu, pencegahan harus dibangun melalui kolaborasi antara aparat keamanan, dunia pendidikan, keluarga, komunitas, hingga platform digital," katanya.

Kadensus 88 AT Polri Sentot Prasetyo menambahkan bahwa pola ekstremisme modern kini lebih personal dan sering kali bermula dari paparan digital yang tidak terdeteksi.

"Kami melihat langsung bagaimana pola ekstremisme berubah. Ancaman kini lebih cair, lebih personal, dan sering kali berawal dari paparan digital yang tidak terdeteksi. Karena itu, pendekatan penanggulangan harus semakin berbasis pencegahan, asesmen risiko, dan perlindungan kelompok rentan," ujar Sentot.

Selain aparat keamanan, forum tersebut juga menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar dari berbagai disiplin ilmu.

Psikolog forensik Zora Arfina Sukabdi menilai radikalisasi di era digital dapat berlangsung cepat akibat intensitas paparan media digital, terutama terhadap generasi muda yang mengalami alienasi sosial dan kehilangan makna hidup.

Guru Besar hukum pidana Harkristuti Harkrisnowo menyoroti bagaimana kelompok ekstrem modern kini membangun identitas kelompok dan keterikatan emosional melalui ruang digital, bukan sekadar propaganda.

Sementara itu, psikolog forensik Adityana Kasandra Putranto menegaskan bahwa luka psikologis seperti perundungan, krisis identitas, dan keterasingan sosial dapat menjadi pintu masuk radikalisasi.

Di sisi lain, pakar analisis data Ismail Fahmi mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan dan analisis data sebagai instrumen deteksi dini untuk mengenali anomali perilaku digital sebelum berkembang menjadi ancaman nyata.

Rakernis Densus 88 AT Polri Tahun Anggaran 2026 dinilai menjadi momentum memperkuat strategi penanggulangan terorisme yang lebih prediktif, preventif, dan berbasis ilmu pengetahuan di tengah perubahan ancaman global yang terus berkembang. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Densus 88 Polri Gelar Rakernis 2026, Fokus Antisipasi Radikalisme Digital pada Anak dan Remaja
Wakapolri: Rekomendasi KPRP Jadi Momentum Penguatan Fungsi Reskrim Polri
Wakapolri Tekankan Penegakan Hukum Humanis dan Berintegritas dalam Rakernis Reskrim Polri 2026
Densus 88 Tangkap Delapan Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulawesi Tengah
Pelajar Dibekali Wawasan Antiradikalisme di Garuda Youth Camp Cibubur
Satgas Haji 2026 Tangani Puluhan Kasus, Polri Tegaskan Komitmen Berantas Haji Ilegal
komentar
beritaTerbaru