Selasa, 12 Mei 2026

Pemprov Sumut Percepat Investasi Migas dan Dorong Legalisasi Sumur Tua

Selasa, 12 Mei 2026 08:25 WIB
Pemprov Sumut Percepat Investasi Migas dan Dorong Legalisasi Sumur Tua
Wakil Gubernur Sumut Surya saat menerima audiensi perwakilan SKK Migas bersama jajaran KKKS di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (11/5/2026).

Medan (buseronline.com) - Wakil Gubernur Sumut Surya menegaskan pentingnya percepatan birokrasi guna mendukung realisasi investasi sektor minyak dan gas bumi (migas) di Sumut. Langkah tersebut dinilai penting agar investasi dapat segera berjalan dan memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Surya saat menerima audiensi perwakilan SKK Migas bersama jajaran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin.

Dalam pertemuan tersebut, Surya menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sumut dalam mendukung kelancaran investasi migas di daerah. Ia meminta seluruh proses perizinan dan rekomendasi investasi dapat dipercepat agar proyek-proyek strategis segera terealisasi.

"Segala sesuatu yang disampaikan akan menjadi catatan kami untuk dilaporkan kepada Bapak Gubernur. Kami minta proses perizinan dipercepat agar investasi segera terealisasi," ujar Surya.

Selain percepatan investasi, Pemprov Sumut juga mendorong legalisasi sumur-sumur tua milik masyarakat yang selama ini beroperasi secara ilegal.

Menurut Surya, penataan tersebut penting agar pengelolaan sumur rakyat dapat dilakukan secara aman, legal, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih optimal bagi masyarakat sekitar.

"Kita ingin sumur-sumur yang selama ini ilegal bisa diinventarisir dan dilegalkan, agar produksinya bagus dan masyarakat mendapat manfaatnya," katanya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan SKK Migas, CW Wicaksono menyampaikan bahwa wilayah Sumatera Bagian Utara memiliki peran strategis terhadap industri migas nasional. Ia menyebut kawasan tersebut berkontribusi sekitar 30 persen terhadap total produksi migas nasional.

Menurut Wicaksono, dari sekitar 900 hingga 1.000 sumur yang ada, sekitar 60 persen kegiatan operasional berada di wilayah Sumatera Bagian Utara. Pihaknya juga berupaya membawa investasi senilai sekitar US$300 juta ke Sumut dalam beberapa tahun mendatang.

"Kami sangat menghargai dukungan pemerintah daerah, karena tantangan investasi di masa depan akan semakin sulit," ungkapnya.

SKK Migas juga berencana memfasilitasi pemerintah daerah dan BUMD melakukan studi banding ke Jambi dan Sumatera Selatan guna mempelajari tata kelola sumur tua yang melibatkan koperasi dan masyarakat.

Pada kesempatan yang sama, Deputi General Manager Pertamina, Reza Rahardian menyampaikan bahwa Pertamina bersama perusahaan asal Jepang, Japan Petroleum Exploration Co Ltd (JAPEX), akan fokus mengembangkan wilayah Langkat, khususnya Desa Bubun, Kecamatan Tanjungpura.

Pengeboran dua sumur baru dijadwalkan dimulai pada Agustus 2026 dengan target produksi perdana pada Juni 2027. Selain itu, Pertamina juga melaporkan perkembangan positif di lapangan migas tertua Indonesia di Pangkalan Susu.

Setelah pengujian di Pulau Panjang menunjukkan hasil yang baik, perusahaan berencana mengebor dua sumur gas baru di kawasan Hamparan Perak guna mendukung pasokan gas industri di Sumut. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Festival Layang-layang Piala Gubernur Sumut Diharapkan Dongkrak Pariwisata
Korpri Sumut dan Biofarma Gelar Vaksinasi HPV untuk ASN
Pertamina dan EOG Resources Jajaki Penguatan Kerja Sama Pengembangan Migas Non-Konvensional
DPRD Sumut Setujui Perubahan Status PD AIJ Menjadi PT AIJ
Pemprov Sumut Bantah Buka 9.759 Formasi CPNS Tahun 2026
Pemprov Sumut Salurkan Rp443 Miliar Dana Bagi Hasil Pajak ke 33 Daerah
komentar
beritaTerbaru