Minggu, 10 Mei 2026

Festival Layang-layang Piala Gubernur Sumut Diharapkan Dongkrak Pariwisata

Minggu, 10 Mei 2026 13:26 WIB
Festival Layang-layang Piala Gubernur Sumut Diharapkan Dongkrak Pariwisata
Gubernur Sumut Bobby Nasution membuka Festival Layang-Layang Piala Gubernur Sumut yang digelar di Sirkuit Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut, Sabtu (9/5/2026).

Deliserdang (buseronline.com) - Gubernur Sumut Bobby Nasution membuka Festival Layang-layang Piala Gubernur Sumut yang digelar di Sirkuit Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut, Sabtu. Festival tersebut diikuti lebih dari 1.000 peserta dari berbagai daerah dan berlangsung selama dua hari, 9-10 Mei 2026.

Dalam sambutannya, Bobby Nasution berharap festival layang-layang tidak hanya menjadi ajang olahraga masyarakat, tetapi juga mampu mendukung promosi pariwisata Sumut di masa mendatang.

Menurut Bobby, pelaksanaan festival pada tahun depan dapat dipusatkan di destinasi wisata unggulan agar kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana memperkenalkan potensi wisata daerah kepada masyarakat luas.

"Kalau bisa tahun depan festival layang-layang digelar di tempat yang bisa dijual pariwisatanya. Jadi bukan hanya kegiatan layang-layangnya, tetapi juga tempat wisata di Sumut yang bisa kita promosikan," ujar Bobby.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat terhadap festival tersebut. Di tengah perkembangan era digitalisasi, Bobby menilai permainan tradisional seperti layang-layang tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat.

"Saya apresiasi kegiatan festival layang-layang ini. Pesertanya lebih dari seribu orang, dan ini sangat menarik di tengah era digitalisasi sekarang," katanya.

Selain sebagai hiburan dan olahraga masyarakat, Bobby menilai permainan tradisional perlu terus dilestarikan karena mampu membangun kreativitas serta interaksi sosial anak-anak.

Menurutnya, permainan seperti layang-layang, patok lele, dan permainan tradisional lainnya memiliki nilai edukasi yang penting di tengah maraknya penggunaan gawai dan permainan digital.

"Sekarang ini kadang terbalik. Dulu anak-anak disuruh masuk rumah, sekarang malah disuruh keluar rumah, jangan terus bermain handphone atau game. Permainan tradisional seperti layang-layang, patok lele, dan lainnya perlu kembali digalakkan," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia M Daffasya Adnan Sinik mengatakan festival layang-layang tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menuju Road to Forprovsu 2026.

"Road to Forprovsu 2026 merupakan festival olahraga masyarakat yang nantinya akan dihadiri lebih dari 10 ribu orang pada Oktober 2026," katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Sumut Mahfullah Pratama, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan, serta para pelajar yang menjadi peserta maupun penonton festival. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Secangkir Kopi di Huta Bulu Hela Jadi Simbol Kehangatan Pariwisata Pulo Sibandang
Korpri Sumut dan Biofarma Gelar Vaksinasi HPV untuk ASN
DPRD Sumut Setujui Perubahan Status PD AIJ Menjadi PT AIJ
Gubernur Sumut Dorong Kenaikan Gaji Guru Tiap Tahun
3.800 Personel Disiagakan, Pemko Medan Tekankan Kesiapsiagaan Hadapi Gangguan Keamanan
Gubernur Sumut Lepas Pengiriman 1.050 Ton Cabai Merah ke Palangkaraya
komentar
beritaTerbaru