Sabtu, 27 Juni 2026

Pertamina dan BGN Kolaborasi Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan

Minggu, 10 Mei 2026 09:44 WIB
Pertamina dan BGN Kolaborasi Ubah Minyak Jelantah Jadi Bahan Bakar Pesawat Ramah Lingkungan
PT Pertamina (Persero) bersama BGN resmi menandatangani Nota Kesepahaman sebagai langkah strategis dalam pengembangan ekosistem energi berkelanjutan berbasis limbah domestik di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
"Kolaborasi strategis ini menjadi langkah Pertamina dalam memperkuat portofolio bisnis rendah karbon melalui pemanfaatan limbah domestik sebagai sumber energi masa depan," kata Agung.

Ia menambahkan, UCO menjadi salah satu bahan baku paling efisien untuk menghasilkan SAF dan HVO karena memiliki profil emisi siklus hidup yang rendah.

"Pertamina sangat membutuhkan UCO demi keberlanjutan bisnis dan kepatuhan terhadap standar dekarbonisasi global," ujarnya.

Pertamina menargetkan pencampuran SAF mulai dari 1 persen hingga 5 persen pada 2030 sesuai amanat Pemerintah melalui Kepmen ESDM No. 113/2026.

Program ini diharapkan mendukung tiga agenda strategis nasional, yakni ketahanan pangan, ketahanan energi, dan hilirisasi industri, sekaligus mempercepat pengembangan energi baru terbarukan berbasis sumber daya domestik yang berkelanjutan.

Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri bersama Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana di Grha Pertamina, Jakarta. Turut hadir Komisaris Utama Pertamina Mochamad Iriawan dan Direktur Utama Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Pertamina Pastikan Pasokan Avtur Aman di Bali Jelang Liburan Pertengahan Tahun
Pertamina Lahirkan 10 Champion UMKM, Novio Fresh Raih Gelar Terbaik PAG 2025-2026
Pertamina Kurangi Emisi Kapal Lewat PLTS, Hemat Diesel 28 Kiloliter per Tahun
Pertamina Bagikan Pengalaman Transformasi Digital dan AI kepada Medco E&P
Iriawan Minta Pertamina Perkuat Mitigasi Risiko Hadapi Gejolak Geopolitik Global
Pertamina Percepat Dekarbonisasi dan Pengembangan Bisnis Rendah Karbon untuk Dukung NZE 2060
komentar
beritaTerbaru