Jumat, 08 Mei 2026

Indonesia Tegaskan Peluang Investasi Hulu Migas di OTC Houston 2026

Jumat, 08 Mei 2026 20:01 WIB
Indonesia Tegaskan Peluang Investasi Hulu Migas di OTC Houston 2026
Forum “Indonesia Untapped and Frontier Resources: Scale, Strategy and Partnership” yang digelar dalam rangkaian Offshore Technology Conference 2026 di Houston, 5 Mei 2026.

Houston (buseronline.com) - Indonesia menegaskan posisinya sebagai salah satu tujuan investasi energi paling menjanjikan di dunia dalam forum "Indonesia Untapped and Frontier Resources: Scale, Strategy and Partnership" yang digelar dalam rangkaian Offshore Technology Conference 2026 di Houston, 5 Mei 2026.

Dilansir dari laman Pertamina, forum tersebut menjadi ajang bagi pemerintah dan pelaku industri energi Indonesia untuk mempromosikan potensi besar sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional kepada investor dan penyedia teknologi global.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Indroyono Susilo mengatakan pemerintah terus memperkuat iklim investasi melalui perbaikan regulasi, peningkatan kepastian hukum, serta penyediaan wilayah kerja migas yang semakin kompetitif.

Menurutnya, Indonesia juga terus mendorong kolaborasi internasional dalam pengembangan proyek strategis, termasuk proyek Abadi Masela.

Sementara itu, Senior Manager Oilfield Development SKK Migas, Wilson Pariangan, mengungkapkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi migas yang sangat besar dan belum sepenuhnya tergarap.

Ia menyebutkan, dari total 128 cekungan migas di Indonesia, baru 20 cekungan yang telah berproduksi. Sebanyak 43 cekungan masih berada pada tahap eksplorasi, sedangkan 65 cekungan lainnya belum tersentuh.

"Dengan potensi mencapai 2,7 miliar barel minyak dan 39,35 TCF gas, serta 158 blok migas yang tersedia, Indonesia menawarkan peluang investasi yang nyata dengan sistem yang semakin kompetitif dan ramah investor," ujar Wilson.

Optimisme terhadap peluang investasi tersebut diperkuat oleh kemampuan eksekusi industri migas nasional. Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menawarkan potensi sumber daya, tetapi juga kemampuan untuk mengubah potensi tersebut menjadi produksi nyata.

"Indonesia adalah frontier energy opportunity yang belum sepenuhnya tergarap, dan saat ini adalah momentum terbaik bagi investor untuk masuk. Kami tidak hanya bicara potensi, tetapi juga eksekusi," kata Oki.

Ia menjelaskan, sepanjang 2025 Pertamina melakukan pengeboran 20 sumur eksplorasi dan delapan di antaranya berhasil menemukan cadangan baru.

Menurut Oki, keberhasilan tersebut ditopang oleh survei seismik sepanjang 2.931 kilometer untuk 2D dan 855 kilometer persegi untuk 3D, sehingga setiap langkah eksplorasi dilakukan berbasis data yang kuat.

Selain eksplorasi baru, Pertamina juga membuka peluang investasi melalui optimalisasi aset eksisting dengan penerapan teknologi seperti Chemical EOR, Thermal EOR, optimalisasi reservoir berkualitas rendah, hingga program infill yang telah diterapkan di lapangan strategis seperti Blok Rokan.

"Ini merupakan peluang low risk, high value bagi investor. Aset eksisting kami masih menyimpan potensi besar yang dapat dioptimalkan melalui penerapan teknologi," ujarnya.

Pertamina juga mengajak perusahaan teknologi energi global, khususnya dari Amerika Serikat, untuk berkolaborasi dalam pengembangan sektor migas nasional.

Selain sektor hulu migas, Indonesia turut menawarkan peluang investasi pada pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan, serta pengembangan energi panas bumi dengan potensi mencapai 24 GW, terbesar di dunia.

Dengan potensi sumber daya yang besar, dukungan kebijakan yang semakin progresif, dan kemampuan eksekusi yang terus diperkuat, Indonesia optimistis mampu menarik lebih banyak investasi global di sektor energi nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru