Selain eksplorasi baru, Pertamina juga membuka peluang investasi melalui optimalisasi aset eksisting dengan penerapan teknologi seperti Chemical EOR, Thermal EOR, optimalisasi reservoir berkualitas rendah, hingga program infill yang telah diterapkan di lapangan strategis seperti Blok Rokan.
"Ini merupakan peluang low risk, high value bagi investor. Aset eksisting kami masih menyimpan potensi besar yang dapat dioptimalkan melalui penerapan teknologi," ujarnya.
Pertamina juga mengajak perusahaan teknologi energi global, khususnya dari Amerika Serikat, untuk berkolaborasi dalam pengembangan sektor migas nasional.
Selain sektor hulu migas, Indonesia turut menawarkan peluang investasi pada pengembangan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) yang diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di kawasan, serta pengembangan energi panas bumi dengan potensi mencapai 24 GW, terbesar di dunia.
Dengan potensi sumber daya yang besar, dukungan kebijakan yang semakin progresif, dan kemampuan eksekusi yang terus diperkuat, Indonesia optimistis mampu menarik lebih banyak investasi global di sektor energi nasional. (R)
beritaTerkait
komentar