Kamis, 07 Mei 2026

Program MBG Disebut Jadi Penyerap Hasil Produksi 165 Juta Petani

Kamis, 07 Mei 2026 18:12 WIB
Program MBG Disebut Jadi Penyerap Hasil Produksi 165 Juta Petani
Andi Amran Sulaiman.

Jakarta — Menteri Pertanian Republik Indonesia sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi penyerap hasil produksi sekitar 165 juta petani di Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan Andi Amran kepada media di Jakarta, Kamis (7/5/2026). Menurutnya, keberadaan program MBG tidak hanya berfungsi menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak utama dalam ekosistem pertanian nasional.

"MBG itu menjadi penyerap hasil produksi 165 juta petani. Saya ulangi, MBG berdiri itu menjadi offtaker 165 juta petani Indonesia," ujar Andi Amran.

Ia menjelaskan, program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut memberikan kepastian pasar bagi petani sehingga hasil produksi dapat terserap secara optimal. Dengan adanya kepastian penyerapan, petani tidak lagi khawatir terhadap kelebihan pasokan yang dapat menurunkan harga hasil panen di tingkat produsen.

Selain itu, program MBG dinilai mampu menggerakkan ekonomi desa melalui aktivitas produksi, distribusi, hingga konsumsi yang berlangsung secara terintegrasi. Dampak tersebut juga disebut mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan peternakan seiring meningkatnya kebutuhan pangan dari program pemerintah.

Andi Amran mengatakan manfaat MBG tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga generasi muda yang memperoleh asupan gizi lebih baik untuk mendukung tumbuh kembang mereka.

"Anak-anak kita cerdas nanti ke depan, penuh dengan gizi. Kemudian, berikutnya, ekonomi berputar di desa. Pasar ini hidup dan langsung yang merasakan rakyat," katanya.

Program MBG sendiri menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil, sebagai bagian dari upaya pemerintah membangun sumber daya manusia unggul.

Andi Amran juga menegaskan bahwa program tersebut tidak memiliki kepentingan politik, melainkan bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempersiapkan generasi penerus bangsa yang lebih sehat, cerdas, dan tangguh. (DKI1)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Presiden Prabowo Bertolak ke Filipina Hadiri KTT Ke-48 ASEAN
Pertumbuhan Ekonomi Jawa Tengah Triwulan I 2026 Tembus 5,89 Persen, Lampaui Nasional
Pemerintah Bahas Stabilitas Ekonomi, OJK Soroti Tekanan Global terhadap Pasar Modal
Bupati Taput Buka Evaluasi Dokumen IG Tenun Ulos Ragidup Silindung
Prabowo Terima Menteri ESDM, Bahas Harga Minyak hingga Penataan Tambang Nasional
Bupati Taput Apresiasi Petani Parhorboan, Dukung Pengembangan Lahan Produktif
komentar
beritaTerbaru