Senin, 04 Mei 2026

Wamenkeu Tekankan Pentingnya Pembelajaran Berkelanjutan di Tengah Ketidakpastian Global

Senin, 04 Mei 2026 13:00 WIB
Wamenkeu Tekankan Pentingnya Pembelajaran Berkelanjutan di Tengah Ketidakpastian Global
Acara Puncak Kemenkeu Learning Festival yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan penguasaan ilmu pengetahuan di tengah dinamika global yang cepat berubah dan penuh ketidakpastian.

Hal ini disampaikannya dalam acara Puncak Kemenkeu Learning Festival yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia di Jakarta, Selasa.

Dilansir dari laman Kemenkeu, Juda mengungkapkan bahwa dunia saat ini dihadapkan pada berbagai disrupsi dan perubahan yang berlangsung sangat cepat.

Kondisi tersebut membuat ilmu pengetahuan yang dimiliki saat ini dapat dengan mudah menjadi usang jika tidak terus diperbarui.

"Dunia ini cepat sekali berubah, penuh dengan ketidakpastian, dan ilmu yang kita pelajari bisa dengan cepat menjadi obsolete," ujar Juda.

Ia kemudian memaparkan tiga hal utama yang perlu dipersiapkan oleh pengelola fiskal Indonesia ke depan. Pertama, kemampuan membaca tren global dan memetakan masa depan.

Menurutnya, pemahaman terhadap isu-isu seperti transisi menuju ekonomi hijau, perubahan demografi, serta dinamika geopolitik menjadi kunci dalam merumuskan kebijakan yang tepat. Kedua, penguasaan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dan big data.

Juda menilai pemanfaatan data secara optimal dapat meningkatkan kualitas analisis dan memperkuat akurasi dalam pengambilan keputusan kebijakan fiskal. Ketiga, penerapan agile leadership atau kepemimpinan yang adaptif.

Dalam situasi penuh ketidakpastian, pemimpin dituntut mampu mengambil keputusan secara cepat meskipun dengan informasi yang terbatas. Pendekatan berbasis skenario dan probabilitas dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi.

"Decision making under uncertainty menjadi hal yang penting, sehingga kita perlu menyusun berbagai skenario dan mempertimbangkan probabilitas ke depan," tegasnya.

Melalui pernyataan tersebut, Juda berharap para pengelola fiskal dapat terus meningkatkan kapasitas diri agar mampu menghadapi tantangan global sekaligus menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Sinergi Fiskal dan Moneter Jadi Kunci, Wamenkeu Tekankan Peran PINISI 2026
komentar
beritaTerbaru