Ia memaparkan, realisasi investasi di Jawa Tengah pada 2025 mencapai Rp110,02 triliun. Angka tersebut terdiri dari Rp50,86 triliun penanaman modal asing (PMA), Rp37,64 triliun penanaman modal dalam negeri (PMDN), serta Rp21,52 triliun dari sektor usaha mikro kecil (UMK).
Investasi tersebut mampu menyerap sekitar 340 ribu tenaga kerja, sehingga berkontribusi menekan tingkat pengangguran terbuka dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah hingga 5,37% pada 2025.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jawa Tengah, Ahmad Aziz, menyosialisasikan program pembangunan 3 juta rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang menyasar anggota serikat pekerja dan buruh.
"Harapannya program ini dapat dimanfaatkan oleh anggota serikat pekerja dan buruh untuk mendapatkan akses perumahan yang layak," pungkasnya. (R)
beritaTerkait
komentar