Kamis, 11 Juni 2026

Pemprov Sumut Teken MoU Pengendalian Inflasi dengan Kabupaten/Kota

Sabtu, 25 April 2026 09:15 WIB
Pemprov Sumut Teken MoU Pengendalian Inflasi dengan Kabupaten/Kota
Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Musrenbangprov RKPD 2027 di Hotel Santika Medan, Rabu (22/4/2026).

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumut menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan pemerintah kabupaten/kota guna memperkuat langkah pengendalian inflasi daerah.

Penandatanganan dilakukan dalam rangkaian Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) RKPD 2027 di Hotel Santika Medan, Rabu.

Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution menandatangani kesepakatan tersebut bersama perwakilan daerah, yakni Pemerintah Kota Padangsidimpuan serta Kabupaten Nias Utara yang mewakili wilayah Kepulauan Nias.

Penetapan daerah perwakilan ini mengacu pada indikator Indeks Harga Konsumen (IHK) sebagai alat ukur utama dalam memantau perubahan harga barang dan jasa serta tingkat inflasi.

Kerja sama ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan komoditas, khususnya pangan, sekaligus memastikan distribusi berjalan lancar dan harga tetap terjangkau. Selain itu, komunikasi antar pemangku kepentingan juga diperkuat guna mendukung efektivitas pengendalian inflasi.

Upaya tersebut akan diwujudkan melalui optimalisasi program Gerakan Pangan Murah dan Pasar Murah dengan pendekatan 4T, yakni tepat komoditas, tepat sasaran, tepat lokasi, dan tepat waktu.

"Pasokan harus tepat komoditas, tepat sasaran, tepat lokasi, dan tepat waktu. Kolaborasi ini juga untuk memantau serta mengawasi ketersediaan pangan, termasuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG)," ujar Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut Poppy Marulita Hutagalung.

Untuk memperkuat distribusi, pemerintah akan mengembangkan Toko Pantau Inflasi sebanyak 5-10 titik, serta mengoptimalkan pemanfaatan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan Sistem Informasi Harga Pangan Komoditas Utama (SiHarapanKu).

Selain itu, peran Kios Outlet Satgas Pangan juga akan diperkuat. Pemerintah juga menyiapkan sistem peringatan dini terhadap fluktuasi harga pangan, sosialisasi harga eceran tertinggi (HET) atau harga acuan pembelian penjualan (HAP), serta peningkatan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Dalam kesepakatan ini, dua daerah ditetapkan sebagai acuan pengukuran IHK, dengan perhatian khusus diberikan kepada wilayah Kepulauan Nias yang masih bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah.

Kerja sama tersebut berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang, diubah, atau diakhiri sesuai kesepakatan para pihak. (P3)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Patroli Gabungan Dikerahkan di Asahan, Pemprov Sumut Perkuat Pencegahan Narkoba dan Kenakalan Remaja
Pemprov Sumut Gandeng RS Mata Cicendo Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan Mata
Pemprov Sumut dan BNNP Perkuat Kolaborasi Berantas Narkoba, Bobby Nasution Siap Dukung Anggaran
Pemprov Sumut Catat Kemajuan Signifikan Sektor Kesehatan Sepanjang 2025
Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,3 Triliun untuk Infrastruktur 2026
Pemprov Sumut Klarifikasi Anggaran Pembangunan Tower B RS Haji Medan
komentar
beritaTerbaru