Kamis, 23 April 2026

Kementan Salurkan 1.900 Liter Pestisida untuk Kendalikan Hama Padi di Pinrang

Kamis, 23 April 2026 08:14 WIB
Kementan Salurkan 1.900 Liter Pestisida untuk Kendalikan Hama Padi di Pinrang
Kementan tancap gas mengendalikan serangan hama penggerek batang padi di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Pinrang (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat menangani serangan hama penggerek batang padi (PBP) yang menyerang ribuan hektare sawah di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Dilansir dari laman Kementan, melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (Ditjen PSP), pemerintah menyalurkan bantuan pestisida untuk menyelamatkan lahan pertanian yang masih berpotensi dipertahankan.

Berdasarkan data lapangan, total serangan PBP di wilayah tersebut mencapai 14.406 hektare. Dari jumlah itu, sekitar 5.000 hektare masuk kategori prioritas karena tanaman padi masih berusia 35-55 hari dan dinilai masih bisa diselamatkan.

Baca Juga: Kementan Percepat Pemanfaatan Biodiesel untuk Alsintan, Perkuat Program B50

Direktur Pestisida Kementan, Nelson Metubun, mengatakan penanganan dilakukan secara terukur berdasarkan analisis teknis di lapangan agar bantuan tepat sasaran.

"Sebanyak 1.900 liter pestisida telah didistribusikan ke lima kecamatan dengan tingkat serangan tertinggi, yaitu Lanrisang, Suppa, Mattiro Sompe, Duampanua, dan Cempa," ujarnya, Senin.

Nelson menambahkan, pemerintah juga menyiapkan tambahan bantuan untuk memperluas pengendalian hama di wilayah terdampak.

"Bantuan selanjutnya tambahan 5.000 liter untuk 5.000 hektare areal potensial, dan kita juga akan siapkan buffer stok di daerah ini sebagai bentuk mitigasi serangan hama," katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal PSP Kementan, Andi Nur Alam Syah, menegaskan bahwa langkah cepat ini penting untuk menjaga produksi pangan dan mencegah kerugian petani.

Ia menyebutkan, produktivitas rata-rata padi di daerah tersebut pada 2026 mencapai 6,71 ton gabah kering panen (GKP) per hektare. Dengan intervensi pengendalian hama, sekitar 33.500 ton GKP berpotensi dapat diselamatkan. "Tanpa pengendalian, dampaknya langsung ke pasokan dan pendapatan petani," ujarnya.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Percepat Pemanfaatan Biodiesel untuk Alsintan, Perkuat Program B50
Sektor Pertanian Jadi Penopang Utama Ekonomi Nasional
Ekspor Unggas Indonesia Tembus 545 Ton, Kementan Catat Lonjakan di 2026
Bupati Taput Hadiri Rakornas Antisipasi Kemarau 2026, Usulkan Penguatan Irigasi
Kementan Apresiasi Percepatan Klaim AUTP Petani Terdampak Banjir di Lamongan
Kementan Percepat Pengembangan Kawasan Tebu 97.970 Hektare Demi Swasembada Gula
komentar
beritaTerbaru