Namun, ia mengingatkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada dukungan anggaran yang konsisten, terutama untuk penyediaan benih dan pemurnian varietas. Target pengembangan lahan tanam hingga 100 ribu hektare pun diharapkan dapat segera terealisasi.
Di sisi lain, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen pemerintah dalam mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat produksi dalam negeri. "Tidak boleh lagi kita bergantung pada negara lain untuk kebutuhan dasar kita sendiri. Kita harus produksi sendiri dan kuat dari dalam," tegasnya.
Menurut Amran, pemerintah terus mengakselerasi berbagai program penguatan ekosistem produksi nasional melalui penyediaan benih unggul, pengembangan teknologi, serta perluasan lahan tanam berbasis potensi wilayah.
Penguatan sektor perbenihan ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam transformasi pertanian Indonesia, tidak hanya untuk bawang putih, tetapi juga komoditas hortikultura lainnya guna mewujudkan kemandirian pangan yang berkelanjutan. (R)
beritaTerkait
komentar