Rabu, 15 April 2026

Kementan Perkuat Perbenihan Bawang Putih, DPR Dorong Kemandirian Produksi

Senin, 13 April 2026 15:00 WIB
Kementan Perkuat Perbenihan Bawang Putih, DPR Dorong Kemandirian Produksi
Kunjungan kerja spesifik ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran di Lembang, Jawa Barat, Kamis (9/4/2026).

Lembang (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat sektor perbenihan bawang putih sebagai langkah strategis untuk meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan impor.

Dilansir dari laman Kementan, upaya ini mendapat dukungan dari Komisi IV DPR RI yang mendorong penguatan sektor hulu pertanian secara menyeluruh.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi menegaskan bahwa persoalan utama bawang putih bukan semata produksi, melainkan pada fondasi benih nasional yang belum optimal. Menurutnya, penguatan sektor hulu, khususnya perbenihan, menjadi kunci utama dalam membangun kemandirian produksi dalam negeri.

Baca Juga: Panen Bawang Merah Poktan Dosroha Martani, Bupati JTP: Jangan Hanya Konsumsi, Kembangkan Pasar

"Komoditas bawang putih masih bergantung pada impor. Oleh karena itu, perbenihan harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan pertanian," ujar Titiek saat kunjungan kerja spesifik ke Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Sayuran di Lembang, Jawa Barat, Kamis.

Ia menambahkan, kualitas benih menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan pertanian, mulai dari produktivitas hingga ketahanan terhadap perubahan iklim. Tanpa benih unggul yang kuat dan adaptif, program peningkatan produksi dinilai tidak akan optimal.

Titiek juga menekankan pentingnya pembenahan menyeluruh, termasuk peningkatan produksi dan distribusi benih berkualitas, penguatan kelembagaan pembenihan, akses pembiayaan petani, serta integrasi hulu hingga hilir.

Sementara itu, Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementan, Fadjry Djufry menyebut kesenjangan antara kebutuhan dan produksi nasional masih menjadi tantangan besar. Ia mengungkapkan bahwa kebutuhan impor bawang putih mencapai 600-700 ribu ton per tahun, sementara produksi dalam negeri baru sekitar 50 ribu ton.

"Kita ingin mengembalikan kejayaan bawang putih nasional. Dukungan DPR penting untuk melihat kesiapan teknologi dan benih dalam mengejar selisih tersebut," ujarnya.

Fadjry menegaskan bahwa kemandirian benih merupakan fondasi utama dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Saat ini, varietas unggul seperti Lumbu Hijau dan Tawangmangu telah dikembangkan dengan potensi hasil 15-25 ton per hektare.

Ia juga menyebut Indonesia memiliki modal kuat untuk meningkatkan produksi, mulai dari teknologi kultur jaringan, varietas unggul, hingga peta lahan potensial di dataran tinggi di atas 1.000 mdpl yang tersebar dari Sumatra hingga Sulawesi.

Editor
: Administrator
beritaTerkait
Kementan Tetapkan HAP Kedelai Rp11.500/kg, Harga Tahu-Tempe Dipastikan Stabil
Pemerintah Percepat Reformasi Tata Kelola Gula Nasional, Tiga Strategi Jadi Andalan
Rembesan Gula Rafinasi Tekan Petani, Mentan Desak Perbaikan Tata Niaga
MBG Dongkrak Kesejahteraan Petani, NTP Tembus Rekor Tertinggi
Kementan Pastikan Kesiapan Penuh Dukung Program Makan Bergizi Gratis
Stok Pupuk Nasional Aman, Indonesia Tahan Dampak Gejolak Global
komentar
beritaTerbaru