"Saat ini harga di tingkat importir masih berada di kisaran Rp10.100 hingga Rp10.300 per kilogram, sementara di tingkat pengrajin sekitar Rp10.500 sampai Rp11.000 per kilogram," jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, memastikan harga tahu dan tempe tetap stabil. "Kami jamin tidak ada kenaikan harga signifikan. Harga masih di kisaran Rp12.000 sampai Rp13.000, meskipun mungkin ada penyesuaian dari sisi volume," ujarnya.
Ia menambahkan, kendala yang dihadapi saat ini lebih banyak berasal dari kenaikan harga bahan penunjang seperti plastik, bukan dari harga kedelai.
Secara terpisah, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengingatkan importir untuk tidak mengambil keuntungan berlebihan di tengah situasi global. "Kenaikan boleh saja, tetapi jangan sampai memberatkan masyarakat," tegasnya.
Kementan memastikan akan terus memantau implementasi kebijakan HAP serta mendorong peningkatan produksi kedelai dalam negeri. Tahun ini, pemerintah menargetkan pengembangan kedelai seluas 37.500 hektare guna mengurangi ketergantungan pada impor. (R)
beritaTerkait
komentar