Sabtu, 11 April 2026

Kementan Genjot Tanam Serentak 10.000 Hektare, Antisipasi Dampak El Nino

Sabtu, 11 April 2026 08:30 WIB
Kementan Genjot Tanam Serentak 10.000 Hektare, Antisipasi Dampak El Nino
Kementan mempercepat Gerakan Tanam Serentak di lahan CSR seluas 10.000 hektare yang tersebar di 19 provinsi, Kamis (9/4/2026).

Kalimantan Selatan (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat Gerakan Tanam Serentak di lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) seluas 10.000 hektare yang tersebar di 19 provinsi, Kamis.

Dilansir dari laman Kementan, langkah ini dilakukan sebagai upaya strategis untuk mengantisipasi potensi dampak perubahan iklim, terutama fenomena El Nino.

Kegiatan tanam serentak tersebut dipusatkan di Kalimantan Selatan dan menjadi bagian dari strategi nasional dalam menjaga stabilitas produksi pangan di tengah ancaman cuaca ekstrem.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa percepatan tanam merupakan langkah penting guna menghindari penurunan produksi akibat gangguan iklim.

Baca Juga: Kementan Pastikan Kesiapan Penuh Dukung Program Makan Bergizi Gratis

"Kalau kita lambat tanam, kita berisiko kehilangan produksi. Karena itu harus serentak, masif, dan tidak boleh terlambat," ujar Amran.

Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) merupakan salah satu upaya pemerintah dalam memperluas lahan pertanian produktif. Sejak 2025, program ini telah dijalankan di 19 provinsi untuk memperkuat fondasi swasembada pangan nasional.

Pelaksanaan gerakan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari jajaran Kementan, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, hingga petani. Dukungan kepala daerah juga menjadi faktor penting dalam mempercepat proses tanam di lapangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menekankan pentingnya pengawalan teknis di lapangan untuk memastikan keberhasilan program.

Baca Juga: Kementan dan Komisi IV DPR RI Perkuat Sinergi Jaga Ketahanan Pangan
"Penyuluh harus memastikan tanam berjalan tepat waktu dan sesuai rekomendasi. Ini bukan sekadar tanam, tapi memastikan produksi benar-benar terjaga," katanya.

Selain itu, Kementan juga mendorong modernisasi sektor pertanian serta regenerasi petani melalui pelibatan generasi muda dalam program Brigade Pangan.

Melalui langkah ini, Kementan optimistis produksi pangan nasional dapat tetap terjaga bahkan meningkat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tengah tekanan iklim global yang semakin tidak menentu. (R)

Editor
: Administrator
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru