Salatiga (buseronline.com) - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mengajak para pengrajin lokal untuk terus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai pusat produksi batik nasional.
Ajakan tersebut disampaikan Nawal dalam kegiatan Gemas Sanloka (Gerakan Memasyarakatkan Sandang Lokal Beretika) yang digelar TP PKK Kota Salatiga di Jalan Tentara Pelajar, Kota Salatiga, Sabtu malam.
Menurut Nawal, batik merupakan salah satu wastra nusantara yang menjadi kekuatan utama Jawa Tengah, baik di tingkat nasional maupun internasional. Berdasarkan data Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) Kementerian Perindustrian, pada 2024 Jawa Tengah tercatat memiliki 2.299 unit produsen batik.
Jumlah tersebut jauh melampaui provinsi lain, seperti Jawa Timur dengan 216 unit, DI Yogyakarta sebanyak 180 unit, dan Jawa Barat dengan 115 unit produsen batik.
"Ini merupakan potensi besar. Mari kita jaga bersama-sama warisan budaya Jawa Tengah ini, terutama batik dan berbagai wastra lainnya," ujar Nawal.
Ia menegaskan, tantangan ke depan tidak hanya pada produksi kain batik, tetapi juga pada peningkatan nilai tambah produk melalui inovasi. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengembangkan produk fesyen siap pakai (ready to wear).
"Untuk meningkatkan nilai jualnya, kain batik perlu dikembangkan menjadi produk ready to wear. Oleh karena itu, pelatihan-pelatihan terkait sangat dibutuhkan saat ini," imbuhnya.
Dalam kesempatan tersebut, dilansir dari laman Jatengprov, Nawal turut menyaksikan parade busana yang melibatkan istri kepala Forkopimda, kepala OPD perempuan Pemerintah Kota Salatiga, serta siswi Yayasan Kemakmuran Rejeki SMK Kristen Kota Salatiga.
Pada parade tersebut, puluhan peserta memperagakan beragam wastra unggulan dari berbagai daerah di Indonesia. Produk yang ditampilkan merupakan karya pelajar SMK dan pengrajin lokal, yang menunjukkan potensi besar generasi muda dalam mengembangkan industri kreatif berbasis budaya.
Nawal juga mengapresiasi inovasi TP PKK Kota Salatiga dalam menyelenggarakan kegiatan tersebut. Selain fashion show, kegiatan ini turut menghadirkan sekitar 54 pelaku UMKM yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen untuk menjadikan UMKM sebagai motor penggerak ekonomi rakyat.
"Mudah-mudahan ini menjadi penggerak ekonomi di Kota Salatiga. Saya ucapkan selamat, karena meskipun dipersiapkan dalam waktu singkat, kegiatan ini mampu menyajikan padu padan wastra lokal yang berkelanjutan," pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hermawan, menyampaikan bahwa kegiatan Gemas Sanloka bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih mencintai produk sandang lokal.
"Kami ingin memperkenalkan bahwa kain tradisional seperti batik, tenun, maupun lurik bukan sekadar kain lama, tetapi warisan budaya bernilai tinggi. Harapannya, masyarakat semakin mencintai dan melestarikan produk lokal," ujarnya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penggunaan produk lokal semakin meningkat, sekaligus memperkuat identitas budaya bangsa. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar