Salatiga (buseronline.com) - Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendorong penguatan inovasi UMKM berbasis potensi lokal saat mengunjungi Kampung Singkong Argowiyoto di Kelurahan Ledok, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Sabtu sore.
Kampung Singkong Argowiyoto dikenal sebagai sentra produksi olahan singkong yang mampu mengangkat potensi lokal sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat. Di kawasan tersebut, puluhan pelaku UMKM mengolah singkong menjadi beragam produk makanan dan minuman.
Dalam kunjungannya, dilansir dari laman Jatengprov, Nawal bersama Ketua TP PKK Kota Salatiga, Retno Robby Hernawan, meninjau Toko Singkong Keju D-9 dan melihat langsung proses produksi serta berbagai produk olahan yang dihasilkan. Keduanya juga membeli sejumlah produk unggulan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha lokal.
Nawal mengapresiasi berkembangnya ekosistem UMKM berbasis singkong di kawasan tersebut. Ia menilai Kampung Singkong Argowiyoto menjadi contoh konkret pengelolaan potensi lokal yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
"Di sini kita melihat UMKM yang semuanya berbahan baku singkong. Saya sangat mendukung karena ekosistemnya sudah terbentuk, mulai dari ampas diolah hingga menjadi berbagai produk makanan dan minuman," ujar Nawal.
Menurutnya, keberadaan Kampung Singkong tidak hanya menjadi penggerak ekonomi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penghubung bagi pelaku UMKM untuk menembus pasar yang lebih luas.
Ia berharap konsep kampung berbasis komoditas unggulan tersebut dapat direplikasi di berbagai daerah sesuai dengan potensi masing-masing wilayah.
Lebih lanjut, Nawal menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mendukung pengembangan UMKM agar naik kelas dan memiliki daya saing, sejalan dengan arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
"Misalnya di daerah pertanian atau daerah dengan potensi seperti ikan dan lain sebagainya, bisa diolah menjadi banyak produk bernilai tambah," tambahnya.
Sementara itu, Owner Singkong Keju D-9, Diah Kristanti, mengungkapkan bahwa usaha yang dirintis sejak 2009 tersebut terus berkembang melalui inovasi produk dan peningkatan kualitas. Saat ini, usahanya telah memiliki kafe yang ramai pengunjung.
Menurut Diah, Kampung Singkong Argowiyoto dihuni puluhan pelaku UMKM yang mampu mengolah sekitar tujuh ton singkong per hari. Bahan baku diperoleh dari berbagai daerah, seperti Wonosobo, Temanggung, Magelang, Batang, Salatiga, dan sekitarnya.
Produk yang dihasilkan pun beragam, mulai dari singkong keju, keripik, gethuk, hingga olahan modern seperti spageti dan burger berbahan dasar singkong.
"Pemasaran produk kami sebagian besar masih di wilayah Jawa Tengah, namun juga sudah menjangkau Jawa Timur, Jawa Barat, hingga Bali," ujar Diah.
Ia menambahkan, pihaknya terus berinovasi baik dari sisi produk maupun teknologi pengolahan guna meningkatkan daya saing.
"Kampung Singkong menjadi salah satu ikon kebanggaan Kota Salatiga. Harapan kami, pemerintah terus memberikan dukungan," pungkasnya.
Kunjungan ini diharapkan semakin memperkuat pengembangan UMKM berbasis potensi lokal sebagai motor penggerak ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar