Medan (buseronline.com) - Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menyambut langsung kedatangan Kapal Republik Indonesia (KRI) Bima Suci-945 yang bersandar di Dermaga Pelindo 104, Belawan, dalam rangka pelayaran persahabatan internasional ASEAN Plus Cadet Sail (APCS) 2026, Minggu.
KRI Bima Suci, penerus KRI Dewaruci, menjadi simbol kehormatan sekaligus menempatkan Medan di peta dunia maritim. Mengusung tema "Sailing Together for Navy Brotherhood", kegiatan ini menghadirkan calon-calon pemimpin Angkatan Laut dari negara-negara ASEAN dan negara sahabat lainnya, yang bertujuan mempererat persaudaraan serta membangun kepercayaan antarnegara di kawasan.
"Kami mengucapkan selamat datang di Kota Medan. Kehadiran KRI Bima Suci di perairan Belawan merupakan kehormatan besar bagi kami. Kapal ini adalah simbol persahabatan, diplomasi, dan kerja sama antarnegara yang kuat," ujar Rico Waas dalam sambutannya.
Dilansir dari laman Portal Medan, Rico Waas menekankan bahwa terpilihnya Belawan sebagai titik sandar bukan tanpa alasan, mengingat posisi strategisnya di jalur pelayaran internasional dan sebagai pintu gerbang utama maritim di wilayah Barat Indonesia. Pemko Medan pun berkomitmen mendukung penuh kelancaran acara yang berlangsung dari 5 hingga 8 April 2026.
"Ini akan menjadi ajang bagi kami untuk memperkenalkan kekayaan budaya, potensi wisata, dan geliat UMKM Kota Medan ke mata dunia," tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga berharap para peserta ASEAN Plus Cadet Sail 2026 dapat membawa pulang pengalaman positif, sekaligus mempromosikan keramahan warga Medan serta potensi kota ke kancah internasional.
"Kami ingin seluruh peserta mendapatkan pengalaman positif di sini. Semoga melalui kegiatan ini, potensi pariwisata dan budaya Medan semakin dikenal luas oleh dunia internasional melalui cerita-cerita para peserta saat nantinya kembali ke negara masing-masing," pungkas Rico Waas.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum bagi generasi muda angkatan laut dunia untuk memperkuat jejaring persahabatan, diplomasi maritim, dan kolaborasi internasional di tengah dinamika maritim kawasan Asia Tenggara. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar