Kamis, 30 April 2026

Jelang Idulfitri, Pemerintah Pastikan Cadangan Bahan Bakar Nasional Aman

Selasa, 17 Maret 2026 14:35 WIB
Jelang Idulfitri, Pemerintah Pastikan Cadangan Bahan Bakar Nasional Aman
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026).
Jakarta (buseronline.com) - Pemerintah Indonesia memastikan cadangan energi nasional dalam kondisi aman menjelang perayaan Idulfitri 2026, terutama untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode mudik dan aktivitas ekonomi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, dalam laporannya pada Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Jumat.

“Untuk menyangkut BBM, baik crude, LPG, maupun minyak jadi, menjelang hari raya dan ke depan, insyaallah bisa kita atasi dengan komunikasi yang baik,” ujar Bahlil.

Ia menjelaskan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) saat ini berada di atas batas minimal cadangan nasional, sehingga dinilai mampu memenuhi kebutuhan dalam waktu ke depan.

Berbagai jenis BBM seperti RON 90, RON 92, RON 98, hingga solar dan avtur disebut masih dalam kondisi aman untuk mendukung aktivitas masyarakat, termasuk sektor transportasi selama arus mudik dan balik Lebaran.

Meski demikian, pemerintah tetap berkomitmen memperkuat kedaulatan energi nasional melalui berbagai langkah strategis, di antaranya pengembangan biodiesel serta pembangunan dan peningkatan kapasitas kilang minyak dalam negeri.

Menurut Bahlil, program pengembangan kilang melalui proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) memberikan kontribusi signifikan dalam menekan impor bahan bakar.

“RDMP kita selesaikan, ini cukup membantu mengurangi impor bensin sekitar 5,5 juta ton dan BBM solar sekitar 3,5 juta ton,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengembangan refinery dan kilang domestik menjadi langkah penting untuk meningkatkan produksi dalam negeri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor energi.

“Jika produksi atau lifting minyak belum mencapai target 1,6 juta barel per hari, maka selisih antara kebutuhan dan produksi itulah yang masih harus dipenuhi melalui impor,” tambahnya.

Sementara itu, terkait pasokan gas elpiji (LPG), pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah skenario untuk memastikan ketersediaan tetap terjaga, termasuk melalui diversifikasi negara pemasok.

Bahlil mengungkapkan bahwa saat ini sekitar 70 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20 persen dari Timur Tengah, dan sisanya dari negara lain seperti Australia.

Ke depan, pemerintah berencana memperluas kerja sama melalui kontrak jangka panjang dengan berbagai negara guna menjamin stabilitas pasokan energi nasional.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah optimistis kebutuhan energi masyarakat selama Idulfitri dapat terpenuhi dengan baik serta mendukung kelancaran aktivitas ekonomi nasional. (DKI1)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Prabowo Tinjau Renovasi SMA Negeri 1 Cilacap, Ajak Siswa Nyanyikan Lagu Kebangsaan
Presiden Prabowo Kunjungi Cilacap dan Banyumas, Tinjau Pengelolaan Sampah Terpadu
Pemprov Sumut Dukung Sensus Ekonomi 2026 untuk Perkuat Basis Data Pembangunan
Wali Kota Medan: May Day 2026 Harus Jadi Momentum Perkuat Sinergi dengan Buruh
Pemprov Jabar Tindak Tegas Truk ODOL di Sukabumi, Pelanggar Terancam Pidana
Mendikdasmen Resmikan 34 Sekolah Hasil Revitalisasi di Banyumas dan Cilacap
komentar
beritaTerbaru