Jakarta (buseronline.com) - Program mudik gratis yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak hanya membawa kebahagiaan bagi para pemudik yang pulang ke kampung halaman, tetapi juga memberikan kebanggaan tersendiri bagi para sopir bus yang mengantarkan mereka.
Di area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi, Taman Mini Indonesia Indah, Minggu sore, sejumlah sopir tampak sibuk mempersiapkan armada sebelum pemberangkatan. Mereka memastikan seluruh kendaraan dalam kondisi prima untuk menempuh perjalanan menuju berbagai daerah di Jawa Tengah.
Salah seorang sopir bus, Sugio, yang berasal dari Sukoharjo dan akan mengantar pemudik menuju Karanganyar, mengatakan seluruh armada telah melalui berbagai tahapan pemeriksaan sebelum digunakan.
“Unit sudah dicek semua. Dari mesin, kaki-kaki sampai ramp cek juga sudah. Kru juga sudah cek kesehatan. Kalau unitnya sudah siap jalan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam satu bus terdapat dua kru yang bertugas bergantian mengemudi guna menjaga keselamatan selama perjalanan. Menjelang keberangkatan, dirinya memilih menjaga kondisi fisik dengan beristirahat cukup agar dapat mengemudi secara optimal.
“Persiapannya paling istirahat yang cukup, supaya besok bisa mengemudi dengan prima,” katanya.
Menurut Sugio, program mudik gratis tersebut juga memberikan manfaat bagi perusahaan otobus dan kru bus. Selama bulan Ramadan, perjalanan wisata maupun perjalanan reguler biasanya mengalami penurunan.
“Kalau Ramadan biasanya sepi trip. Jadi kegiatan seperti ini bisa membantu juga,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan sopir lainnya, Ginanjar Aji (36), asal Cilacap. Ia mengaku hampir setiap tahun terlibat dalam program mudik gratis untuk membantu masyarakat pulang kampung menjelang Lebaran.
“Armada dicek semua, mulai kampas rem, oli, dan lain-lain. Driver juga sudah cek kesehatan dan tes narkoba, jadi semuanya siap,” kata Ginanjar.
Ia mengaku merasa senang dapat berpartisipasi dalam program tersebut karena dapat membantu masyarakat yang ingin merayakan Hari Raya bersama keluarga di kampung halaman.
“Senang bisa ikut membantu masyarakat mudik. Rasanya ikut senang juga melihat mereka bisa pulang ke kampung halaman,” tuturnya.
Sementara itu, dilansir dari laman Jatengprov, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penghubung Provinsi Jawa Tengah, Risturino, mengatakan program Mudik Lebaran Gratis 2026 merupakan bentuk kepedulian Pemprov Jawa Tengah bersama Paguyuban Jawa Tengah serta sejumlah mitra.
Ia menjelaskan bahwa program mudik gratis tahun ini menggunakan dua moda transportasi darat, yakni bus dan kereta api. Untuk moda bus, disiapkan 325 unit armada dengan kapasitas 16.186 penumpang yang akan diberangkatkan menuju 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Selain itu, terdapat 23 bus tambahan yang diberangkatkan dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung.
Para pemudik dijadwalkan berangkat pada Senin (16/3/2026) dari area parkir Museum Purna Bhakti Pertiwi TMII dan Masjid At-Tin. Pelepasan rombongan pemudik rencananya akan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
Melalui program tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman, nyaman, serta lebih terjangkau menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar