Selasa, 26 Mei 2026

Mentan Amran: Ketersediaan Pangan Terjamin 324 Hari dengan Produksi Beras 2,6–5,7 Juta Ton per Bulan

Sabtu, 07 Maret 2026 06:00 WIB
Mentan Amran: Ketersediaan Pangan Terjamin 324 Hari dengan Produksi Beras 2,6–5,7 Juta Ton per Bulan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan keterangan pers terkait kondisi pangan nasional di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta, Jumat (6/3/2026). (Dok/Kementan RI)

Jakarta (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali.


Berdasarkan data terbaru hingga Maret 2026, ketersediaan pangan nasional, khususnya beras, dinilai sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka panjang.


Hal tersebut disampaikan Mentan Amran dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Jumat.


Menurutnya, dilansir dari laman Kementan RI, produksi beras nasional saat ini berkisar antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton per bulan. Angka tersebut berada di atas rata-rata konsumsi nasional yang mencapai sekitar 2,59 juta ton per bulan.


“Kalau kita lihat data hari ini, ketersediaan pangan kita sangat aman. Total stok beras nasional cukup untuk 324 hari ke depan atau sekitar 10,8 bulan, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” ujar Amran.


Ia menjelaskan, total ketersediaan beras nasional saat ini mencapai sekitar 27,99 juta ton. Jumlah tersebut terdiri dari stok Perum BULOG sebesar 3,76 juta ton, stok masyarakat sekitar 12,50 juta ton, serta standing crop atau padi siap panen yang diperkirakan mencapai 11,73 juta ton.


Di luar produksi yang terus berlangsung, stok tersebut diperkirakan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga hampir satu tahun ke depan.


Amran juga memaparkan bahwa produksi beras nasional menunjukkan tren positif. Pada periode Januari hingga Mei 2026, produksi beras diperkirakan mencapai sekitar 16,92 juta ton dengan rata-rata produksi bulanan berkisar antara 2,6 juta hingga 5,7 juta ton.


Menurutnya, tingginya produksi tersebut menunjukkan bahwa sektor pertanian nasional tetap kuat meskipun menghadapi berbagai tantangan global.


“Produksi kita tetap terjaga. Bahkan dalam beberapa bulan produksi bisa mencapai 5,7 juta ton, sehingga pasokan domestik sangat kuat,” katanya.


Selain itu, stok beras pemerintah yang dikelola oleh BULOG juga terus meningkat. Saat ini stok BULOG telah mencapai sekitar 3,7 juta ton dan diperkirakan dalam dua bulan ke depan dapat menembus angka 5 juta ton seiring masuknya hasil panen raya di berbagai daerah.


“Kita perkirakan dalam dua bulan ke depan stok BULOG bisa mencapai 5 juta ton. Ini akan semakin memperkuat cadangan pangan pemerintah,” jelasnya.


Untuk mengantisipasi potensi kekeringan akibat fenomena iklim, pemerintah telah melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya melalui program pompanisasi untuk lahan pertanian seluas 1,2 juta hektare yang telah dilakukan sebelumnya, serta penambahan pompanisasi untuk 1 juta hektare lahan pada tahun ini.


Selain itu, pemerintah juga menyiapkan tambahan irigasi perpompaan (irpom) untuk 1 juta hektare lahan guna memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi di tengah potensi musim kering.


“Potensi kekeringan sudah kita antisipasi sejak awal melalui pompanisasi. Tahun lalu sudah 1,2 juta hektare, dan tahun ini kita tambah lagi 1 juta hektare agar produksi tetap terjaga,” ungkapnya.


Di sisi lain, Amran menyebut kondisi komoditas pangan lainnya seperti ayam dan telur juga berada dalam kondisi surplus. Hal tersebut dinilai semakin memperkuat stabilitas pangan nasional.


Ia juga menambahkan bahwa ketersediaan pupuk saat ini dalam kondisi aman. Bahkan harga pupuk tercatat mengalami penurunan sekitar 20 persen, yang diharapkan dapat meningkatkan semangat petani untuk terus melakukan penanaman.


“Pupuk cukup dan bahkan harganya turun sekitar 20 persen. Ini menjadi motivasi besar bagi petani untuk terus menanam,” ujarnya.


Amran menegaskan bahwa kondisi pangan nasional tetap stabil meskipun dunia tengah menghadapi dinamika geopolitik global serta potensi fenomena iklim seperti El Nino dan kekeringan.


“Kita tidak terlalu terpengaruh dengan kondisi geopolitik global maupun potensi El Nino. Produksi kita kuat, stok kita aman,” tegasnya.


Selain itu, optimalisasi lahan rawa yang telah direhabilitasi juga menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga produksi saat musim kering. Lahan-lahan tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk tetap menghasilkan padi meskipun pasokan air di daerah lain terbatas.


Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis stabilitas pangan nasional tetap terjaga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.


“Insya Allah pangan kita aman. Produksi kuat, stok cukup, dan berbagai langkah antisipasi sudah kita lakukan,” pungkas Amran. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Forsan Jateng Siapkan Program Pencegahan Kekerasan di Pesantren
161 Tim Mahasiswa Ramaikan Lomba Artikel Populer Program Pemprov Jateng
Sekolah Kartini Berdaya Dorong Perempuan Muda Melek Digital dan Hukum
Kementan Percepat Penetapan CPCL untuk Kejar Target Pengembangan Tebu Nasional 2026
Pemerintah Cabut 2.231 Izin Distributor Pupuk Bermasalah, Mafia Pangan Dibersihkan
AC Milan Tumbang dari Cagliari, Rossoneri Tutup Musim dengan Kekalahan
komentar
beritaTerbaru