Selasa, 07 April 2026

60 UMKM dan Atraksi Barongsai Meriahkan Salatiga Beda Festival

Dirgahayu Ginting - Kamis, 19 Februari 2026 06:06 WIB
60 UMKM dan Atraksi Barongsai Meriahkan Salatiga Beda Festival
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Salatiga Muthoin bersama jajaran dan panitia berfoto bersama saat pembukaan Salatiga Beda Festival di Kawasan Rumah Rakyat, Salatiga, Jumat (13/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Salatiga (buseronline.com) - Perayaan Imlek di Kota Salatiga berlangsung meriah melalui gelaran Salatiga Beda Festival yang digelar di Kawasan Rumah Rakyat, Jumat.

Festival yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu tersebut menghadirkan pertunjukan seni, lomba, serta bazar UMKM yang menyedot antusiasme masyarakat.

Pembukaan festival ditandai dengan pertunjukan barongsai yang sarat makna dan kental dengan nuansa budaya Tionghoa. Atraksi tersebut menjadi simbol keberuntungan dan harapan baik di momentum perayaan Tahun Baru Imlek.

Tak hanya menampilkan hiburan seni, sebanyak 60 stan UMKM turut meramaikan kegiatan ini. Beragam produk dipamerkan, mulai dari kuliner, fesyen, hingga kerajinan lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat Salatiga.

Panitia juga menggelar sejumlah lomba untuk menambah semarak acara, di antaranya line dance, lomba menyanyi lagu Mandarin, serta lomba membuat lampion. Para peserta berkesempatan memperebutkan Piala Gubernur Jawa Tengah.

Selain hiburan dan kompetisi, dilansir dari laman Jatengprov, kegiatan ini juga diisi dengan bakti sosial berupa penyerahan bantuan sembako kepada penyandang disabilitas sebagai wujud kepedulian sosial dalam perayaan Imlek.

Penjabat Sekretaris Daerah Kota Salatiga, Muthoin, yang hadir mewakili Wali Kota Salatiga, mengajak masyarakat menjadikan perayaan tersebut sebagai momentum memperkuat persatuan.

“Mari kita jadikan momentum ini untuk memperkuat persatuan dan menjaga predikat Salatiga sebagai kota tertoleran. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi energi baru bagi kebangkitan ekonomi kreatif serta harmoni di Salatiga,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua PAPPRI sekaligus Ketua Panitia, Valentino, menyampaikan bahwa festival dirancang dengan konsep terpadu.

“Kegiatan ini kami laksanakan selama tiga hari berturut-turut dengan konsep one stop show dan one stop service. Kawasan Rumah Rakyat kami sulap sebagai ruang publik untuk mengapresiasi warga Salatiga dalam mengekspresikan seni, budaya, dan musik,” ujarnya.

Melalui Salatiga Beda Festival, perayaan Imlek tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga ruang perjumpaan lintas budaya yang memperkuat harmoni, toleransi, serta mendorong geliat ekonomi kreatif di Kota Salatiga. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru