Senin, 06 April 2026

Pemprov Jateng Gelar 308 Kali Gerakan Pangan Murah hingga Maret untuk Jaga Stabilitas Harga

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 14 Februari 2026 06:06 WIB
Pemprov Jateng Gelar 308 Kali Gerakan Pangan Murah hingga Maret untuk Jaga Stabilitas Harga
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di Halaman Kantor TVRI Jawa Tengah, Demak, Jumat (13/2/2026). (Dok/Jatengprov)
Demak (buseronline.com) - Untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok penting selama Ramadan dan Idulfitri 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) akan menyelenggarakan 308 kali Gerakan Pangan Murah (GPM) di seluruh kabupaten/kota hingga Maret 2026.

Hal itu disampaikan oleh Luthfi, saat meninjau pelaksanaan GPM di Halaman Kantor TVRI Jawa Tengah, Jumat.

“Kita sudah punya jadwal untuk kegiatan gerakan pangan murah ini,” ujar Luthfi.

Ia menjelaskan, GPM juga merupakan program nasional dan di Jawa Tengah dimulai dari Pucang Gading, Mranggen, Kabupaten Demak. Lokasi ini dipilih karena merupakan daerah perbatasan dengan Kota Semarang.

Luthfi menambahkan, kegiatan ini mendapat respons positif dari masyarakat setempat. Secara umum, dilansir dari laman Jatengprov, ketersediaan pangan pokok strategis di Jawa Tengah berada dalam kondisi surplus. Namun, pada awal Februari 2026, terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, khususnya menjelang Ramadan.

Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan antara lain:

Cabai naik 35,7% dari Harga Acuan Pembelian (HAP) menjadi Rp77.800/kg.

Minyakita naik 3,4% dari Harga Acuan Tertinggi (HET) Rp15.700/liter menjadi Rp16.300/liter.

Daging kerbau beku naik 38,4% dari HPP Rp80.000/kg menjadi Rp110.000/kg.

Jagung untuk peternak ayam petelur naik 7,4% dari HPP Rp5.500/kg menjadi Rp6.250/kg.

“Ada kenaikan tapi belum signifikan, kecuali cabai yang hampir mendekati Rp80 ribu. JTAB sudah kita perintahkan untuk melakukan penetrasi harga di seluruh pasar,” jelas Luthfi.

GPM menjadi salah satu langkah strategis untuk mengendalikan harga agar tetap stabil dan terjangkau. Dalam kegiatan di Pucang Gading, sebanyak 11 pelaku usaha dan lembaga terlibat, termasuk Bulog, RNI, PPI, JTAB, UMKM binaan DKP Provinsi Jateng, Gapoktan Catur Tani Demak, Poktan Mudo Manunggal Roso, CV Futago Farm Demak, UMKM Sedap Arum Demak, Ayam Komsiah Semarang, dan Primafood.

Selain GPM, Satgas Pangan Jawa Tengah juga melakukan penyisiran untuk mengantisipasi adanya spekulan, mulai dari hilirisasi petani, distributor, hingga ke titik penjualan dan konsumen.

“Harus kita sisir, mulai dari hilirisasi petani, distributor, sampai ke konsumen,” tegas Luthfi.

Warga Pucang Gading, Nuraini, mengaku senang dengan kegiatan ini. Ia menilai harga yang dijual di GPM jauh lebih murah dibandingkan di pasar.

“Ini ada beras, telur, cabai. Cabai ini jauh lebih murah, segini kalau di pasar hampir Rp100 ribu, di sini cuma Rp65 ribu. Minyak juga lebih murah,” ujar Nuraini, usai berbelanja bersama warga lain. Ia berharap kegiatan serupa lebih sering digelar.

Gerakan pangan murah ini diharapkan dapat memastikan pasokan tetap stabil, harga terkendali, dan masyarakat memperoleh akses pangan yang terjangkau selama Ramadan dan Idulfitri 2026. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru