Selasa, 26 Mei 2026

Wamenkeu Suahasil Nazara: Ilmu Ekonomi Makro Penting untuk Generasi Muda

Rabu, 11 Februari 2026 06:18 WIB
Wamenkeu Suahasil Nazara: Ilmu Ekonomi Makro Penting untuk Generasi Muda
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyampaikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Jakarta, Senin (9/2/2026). (Dok/Kemenkeu)
Jakarta (buseronline.com) - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menekankan pentingnya pemahaman ilmu ekonomi makro bagi generasi muda sebagai bekal dalam membaca kondisi perekonomian nasional sekaligus berkontribusi terhadap perumusan kebijakan negara.

Pemahaman tersebut dinilai krusial karena keputusan ekonomi individu yang terjadi secara kolektif dapat memengaruhi stabilitas ekonomi secara luas.

Hal itu disampaikan Suahasil saat memberikan kuliah umum di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI), Senin.

Menurutnya, ekonomi makro tidak hanya membahas angka-angka statistik, melainkan menjadi instrumen penting untuk mencapai tujuan bernegara sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yakni mewujudkan kesejahteraan bersama.

“Kenapa belajar makro? Karena kita ingin memenuhi tujuan negara. Bukan sekadar kesejahteraan individu, tapi kesejahteraan bersama yang tadi dituliskan di alinea pembukaan tersebut,” ujar Suahasil.

Ia menjelaskan, berbagai keputusan ekonomi masyarakat—mulai dari konsumsi, investasi, hingga aktivitas usaha—jika terjadi secara bersamaan dapat berdampak pada kondisi ekonomi nasional. Karena itu, negara perlu hadir melalui kebijakan fiskal untuk menjaga stabilitas dan mengarahkan perekonomian tetap tumbuh sehat.

Lebih lanjut, dilansir dari laman Kemenkeu, Suahasil menuturkan bahwa perkembangan teori ekonomi makro tidak terlepas dari pengalaman krisis global, seperti Depresi Besar pada 1930-an. Saat itu, mekanisme pasar dinilai tidak mampu memulihkan ekonomi secara otomatis sehingga diperlukan campur tangan pemerintah.

Pemikiran ekonom John Maynard Keynes, lanjutnya, menegaskan pentingnya intervensi negara melalui kebijakan fiskal, terutama dalam mengatur belanja pemerintah guna menstabilkan perekonomian.

“Dari situ kita belajar bahwa pemerintah harus hadir ketika pasar tidak mampu menyeimbangkan dirinya sendiri,” jelasnya.

Dalam kuliah tersebut, Suahasil juga memaparkan sejumlah indikator utama untuk mengukur kesehatan ekonomi suatu negara, seperti Produk Domestik Bruto (PDB), tingkat inflasi, dan kondisi ketenagakerjaan. Menurutnya, indikator tersebut mencerminkan aktivitas nyata masyarakat, mulai dari konsumsi rumah tangga, investasi dunia usaha, belanja pemerintah, hingga kinerja ekspor-impor.

Dengan memahami indikator-indikator tersebut, generasi muda diharapkan mampu membaca dinamika ekonomi secara komprehensif serta merancang kebijakan yang tepat demi menjaga pertumbuhan berkelanjutan.

Ia pun mendorong mahasiswa untuk terus mendalami ilmu ekonomi sebagai bekal berkontribusi membangun Indonesia di masa depan.

“Selamat belajar dan saya yakin pada saatnya Anda akan ikut membangun Indonesia yang lebih maju ke depan,” pungkas Suahasil. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
BGN Gandeng Polri Usut Dugaan Jual Beli Titik SPPG Program MBG
PKK Jateng Gencarkan Gemarikan untuk Tekan Angka Stunting
Bareskrim dan PLN: Blackout Sumatera Dipicu Cuaca Ekstrem, Tidak Ada Unsur Sabotase
Forsan Jateng Siapkan Program Pencegahan Kekerasan di Pesantren
161 Tim Mahasiswa Ramaikan Lomba Artikel Populer Program Pemprov Jateng
Sekolah Kartini Berdaya Dorong Perempuan Muda Melek Digital dan Hukum
komentar
beritaTerbaru