Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menggelar Inacraft Digital Excellence Award sebagai upaya mendorong transformasi digital pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sektor kerajinan.
Penghargaan ini ditujukan bagi peserta Inacraft dan anggota Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) yang berhasil mengintegrasikan teknologi digital dalam pengembangan bisnisnya.
Kepala Bidang Promosi dan Humas Dekranasda Jawa Barat, Adi Komar, mengatakan ajang tersebut dihadirkan untuk meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal di tengah persaingan pasar nasional maupun global.
“Dengan diadakannya Inacraft Digital Excellence Award, diharapkan daya saing produk UMKM kerajinan di pasar nasional dan global meningkat dan brand kerajinan mengadopsi inovasi digital pada pemasaran, branding, dan pelayanan,” ujar Adi, Senin.
Ia menjelaskan, terdapat tiga kategori penghargaan yang diperebutkan, yakni Best Digital Branding, Best Digital Marketing Performance, dan Best Digital Innovation.
Kategori Best Digital Branding diberikan kepada peserta yang dinilai paling berhasil membangun citra dan identitas merek secara digital.
Sementara Best Digital Marketing Performance ditujukan bagi pelaku usaha yang paling efektif memanfaatkan kanal digital untuk menjangkau konsumen sekaligus meningkatkan penjualan.
Adapun Best Digital Innovation diberikan kepada peserta yang mampu mengintegrasikan teknologi digital dalam proses bisnis, produksi, maupun presentasi produk.
Peserta Inacraft dan ASEPHI dapat mendaftarkan diri melalui tautan resmi yang telah disediakan panitia. Tahap registrasi dibuka hingga 4 Februari 2026, dilanjutkan proses wawancara serta presentasi pada 5 Februari 2026. Pemenang akan diumumkan dalam acara Inacraft Appreciation Night pada 6 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Pameran Inacraft 2026 yang menampilkan beragam produk kerajinan unggulan UMKM dari berbagai daerah, termasuk Jawa Barat.
Dalam pameran tersebut, pengrajin Jawa Barat menempati stan di Assembly Hall nomor 51 dan 52.
Selain itu, dilansir dari laman Humas Jabar, produk kerajinan asal Jawa Barat juga dipamerkan di sejumlah stan pemerintah kabupaten/kota, di antaranya Kota dan Kabupaten Bekasi, Kabupaten Bogor, Kota Tasikmalaya, Kota Bandung, serta daerah lainnya.
Melalui ajang penghargaan ini, Pemprov Jawa Barat berharap pelaku UMKM kerajinan semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital sehingga mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar