Senin, 06 April 2026

Produktivitas Kentang Kerinci Meningkat 8,76 Persen, Kementan Genjot Hilirisasi dan Akses Pasar

Dirgahayu Ginting - Selasa, 03 Februari 2026 06:12 WIB
Produktivitas Kentang Kerinci Meningkat 8,76 Persen, Kementan Genjot Hilirisasi dan Akses Pasar
Petani memanen kentang di salah satu sentra produksi Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. (Dok/Kementan)

Kerinci (buseronline.com) - Produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, pada 2025 tercatat meningkat 8,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini berdampak pada bertambahnya produksi dan pasokan ke pasar.


Menyikapi capaian tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong perluasan akses pasar serta penguatan hilirisasi guna meningkatkan nilai tambah dan pendapatan petani.


Berdasarkan data Statistik Pertanian Hortikultura per 29 Januari 2026, produktivitas panen kentang di Kerinci naik dari 16,7 ton per hektare pada 2024 menjadi 18,2 ton per hektare pada 2025.


Kondisi iklim sepanjang musim tanam dinilai mendukung budidaya tanaman umbi, sehingga sejumlah sentra produksi memasuki masa panen raya.


Dilansir dari laman Kementan, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Kerinci, Radium Halis, mengatakan wilayahnya merupakan salah satu sentra utama penghasil kentang di Provinsi Jambi bahkan daratan Sumatera.


Produksi tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kayu Aro Barat, Gunung Tujuh, Kayu Aro, dan Gunung Kerinci. Sepanjang 2025, produksi kentang Kerinci tercatat mencapai 131.387 ton dengan luas panen 7.212 hektare.


“Kita bersyukur produktivitas hasil panen saat ini bagus. Kami di Pemda Kerinci sesuai arahan Bapak Bupati terus mengupayakan perluasan akses pasar antar daerah untuk menjaga harga petani tetap menguntungkan. Kami juga terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan para pelaku usaha kentang nasional terkait pengembangan kawasan kentang Kerinci,” ujar Halis, Sabtu (31/1/2026).


Selain memperluas pasar, pihaknya bersama Kementan juga memperkuat sektor hulu melalui pengembangan planlet kentang di Balai Benih Induk Kentang Kayu Aro. Program tersebut ditujukan untuk menghasilkan benih unggul kelas G-nol yang nantinya disalurkan kepada petani penangkar.


“Nantinya di tempat tersebut akan menghasilkan benih kentang kelas G-nol dan akan kita bagikan ke petani penangkar. Ini sesuai dengan visi misi dan program unggulan Bupati Kerinci,” tambahnya.


Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan produksi kentang nasional, khususnya kentang sayur varietas granola, saat ini berada dalam kondisi mencukupi.


“Catatan statistik sementara hingga saat ini menunjukkan produksi kentang nasional kumulatif sepanjang tahun 2025 mencapai 1.235.939 ton dengan luas panen 67.758 hektare. Sentranya terbentang dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Utara. Untuk jenis ini, produksi kita sudah sangat mencukupi kebutuhan,” terang Agung.


Menurutnya, peningkatan produksi harus diimbangi strategi menjaga stabilitas harga. Karena itu, Kementan mendorong berbagai terobosan, seperti pemberdayaan BUMD atau jejaring pelaku usaha, diversifikasi produk olahan kentang, hingga kerja sama dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam Program Makan Bergizi Gratis.


“Perluasan akses pasar dan hilirisasi menjadi langkah konkret yang bisa ditempuh untuk meningkatkan nilai tambah sekaligus membantu petani kentang. Semua pihak harus berkolaborasi,” tegasnya.


Sejalan dengan itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam berbagai kesempatan menekankan pentingnya hilirisasi komoditas pertanian lokal sebagai kunci transformasi sektor pertanian nasional.


“Hilirisasi adalah kunci transformasi pertanian kita. Kalau ini bisa kita lakukan dalam 10 tahun ke depan, dengan komitmen kuat, maka Indonesia bisa menjadi negara superpower,” ujar Mentan Amran.


Dengan produktivitas yang terus meningkat serta dukungan penguatan pasar dan hilirisasi, kentang Kerinci diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani setempat. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
komentar
beritaTerbaru