Selasa, 07 April 2026

Dorong Ekonomi Baru, Pemkot Bandung Libatkan Gen Z dalam Pengembangan Gig Economy

Dirgahayu Ginting - Selasa, 03 Februari 2026 06:06 WIB
Dorong Ekonomi Baru, Pemkot Bandung Libatkan Gen Z dalam Pengembangan Gig Economy
Wali Kota Bandung memberikan sambutan pada peluncuran Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, Jumat (30/1/2026). (Dok/Diskominfo Bandung)
Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung mendorong pengembangan gig economy sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru dengan menyiapkan generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), sebagai penggerak utama ekosistem ekonomi digital.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menilai gig economy menjadi jawaban atas perubahan pola kerja yang kini semakin berbasis proyek, teknologi, dan fleksibilitas.

Menurutnya, Kota Bandung memiliki modal kuat untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Launching Pelatihan Gig Economy bagi Generasi Z sekaligus Soft Launching AI Open Innovation Challenge di Aula Timur Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat.

“Bandung punya ekosistem yang sangat lengkap. Ada Institut Teknologi Bandung di jantung kota, ratusan profesor, dan kampus unggulan lain. Tinggal bagaimana menyambungkan talenta, riset, dan industri,” ujar Farhan.

Ia menegaskan, Pemkot Bandung siap berkolaborasi dengan pemerintah pusat, perguruan tinggi, dan sektor industri agar transformasi ekonomi berbasis sains dan teknologi benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Menurut Farhan, dilansir dari laman Diskominfo Bandung, penguatan talenta digital menjadi kunci agar anak muda Bandung mampu bersaing dan menciptakan peluang kerja baru di tengah dinamika ekonomi global.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan pemerintah pusat terus mendorong lahirnya industri berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan deindustrialisasi.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara universitas, pemerintah, dan industri agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi produsen inovasi bernilai tambah tinggi.

“Kebangkitan ekonomi nasional harus ditopang industri berbasis sains dan teknologi,” ujarnya.

Rektor ITB Tatacipta Dirgantara menambahkan, gig economy merupakan pergeseran mendasar dalam dunia kerja yang menuntut fleksibilitas, kreativitas, dan kemampuan adaptasi tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai pusat pengembangan talenta, riset, dan inovasi, sekaligus mitra pemerintah dan industri dalam menciptakan solusi teknologi.

“Mahasiswa dan alumni adalah penggerak utama ekosistem ini,” kata Tatacipta.

Program Gig Economy sendiri dirancang oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia untuk memperkuat ekosistem digital nasional dan ditargetkan diterapkan di 15 kota di Indonesia.

Pelatihan digelar selama dua hari dengan materi meliputi penguasaan kecerdasan buatan (AI), pengembangan keterampilan digital, hingga penguatan model bisnis berbasis proyek.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman serta Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Industri Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ali Murtopo Simbolon.

Melalui program ini, diharapkan Gen Z mampu menjadi motor inovasi sekaligus menciptakan peluang kerja baru, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi digital Kota Bandung secara berkelanjutan. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru