Senin, 06 April 2026

Calendar of Event 2026 Diluncurkan Pemprov Sumut, Tunjukkan Kolaborasi 33 Kabupaten/Kota

Dirgahayu Ginting - Sabtu, 31 Januari 2026 06:18 WIB
Calendar of Event 2026 Diluncurkan Pemprov Sumut, Tunjukkan Kolaborasi 33 Kabupaten/Kota
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menyampaikan sambutan saat peluncuran Calendar of Event (CoE) Sumatera Utara 2026 di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Medan, Kamis malam (29/1/2026). (Dok/Diskominfo Sumut)

Medan (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) resmi meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2026 yang memuat 36 event unggulan dari 33 kabupaten/kota.


Program ini diharapkan menjadi simbol kekuatan kolaborasi daerah sekaligus mendorong sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai penggerak utama ekonomi masyarakat.


Peluncuran dilakukan Wakil Gubernur Sumut Surya di Gedung Serbaguna Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Kamis malam.


Surya mengatakan, dilansir dari laman Diskominfo Sumut, kehadiran Calendar of Event bertujuan memberikan kepastian jadwal kepada wisatawan, sehingga perjalanan ke Sumatera Utara dapat direncanakan lebih baik dan berdampak pada meningkatnya lama tinggal serta jumlah destinasi yang dikunjungi.


“Melalui Calendar of Event ini kita ingin memberikan kepastian jadwal kepada wisatawan. Kita ingin para wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, dapat merencanakan perjalanan mereka ke Sumut dengan lebih terarah, lebih lama tinggalnya, dan lebih banyak destinasi yang dikunjungi,” ujar Surya.


Menurutnya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kini bukan lagi pelengkap, melainkan telah menjadi motor penggerak ekonomi daerah. Setiap penyelenggaraan event dinilai mampu menghidupkan banyak sektor usaha, mulai dari UMKM, pengrajin, pelaku seni, kuliner, transportasi hingga perhotelan.


“Ketika event tumbuh, ekonomi rakyat bergerak. Karena itu, peluncuran Calendar of Event 2026 ini adalah langkah strategis untuk memastikan giat ekonomi berlangsung sepanjang tahun, tersebar di berbagai daerah, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas,” katanya.


Surya menegaskan, CoE 2026 juga menjadi simbol kolaborasi 33 kabupaten/kota di Sumut. Seluruh daerah, mulai dari kawasan Danau Toba, Pesisir Timur, Kepulauan Nias, Dataran Tinggi Karo hingga kota-kota besar, diharapkan terhubung dalam satu semangat promosi bersama.


“Tidak ada daerah yang berdiri sendiri. Semua terhubung dalam satu semangat promosi bersama,” tegasnya.


Berbagai agenda telah disiapkan dalam kalender tersebut, meliputi festival budaya dan tradisi, pesta rakyat, karnaval seni, sport tourism bertaraf nasional maupun internasional, festival musik dan paduan suara, hingga ajang fashion serta ekonomi kreatif.


Ia juga menekankan tiga aspek penting dalam pengembangan pariwisata, yakni kebersihan, keramahan, dan kesiapan infrastruktur.


“Wisatawan akan kembali bukan hanya karena acaranya meriah, tetapi karena mereka merasa nyaman,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Sumut Yuda Pratiwi Setiawan menjelaskan, penyelenggaraan event bertujuan memperkuat branding daerah, memberikan kepastian jadwal kunjungan, serta mendorong pergerakan wisatawan nusantara yang trennya terus meningkat.


Dari hasil kurasi ketat, ditetapkan 36 event unggulan dari total 51 event yang tersebar di 33 kabupaten/kota. Enam di antaranya masuk dalam Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI, yakni Manaiamolo Fest (Nias Selatan), Samosir Music International (Samosir), Festival Bunga dan Buah (Karo), Berlabuh (Deliserdang), Gelar Melayu Serumpun (Medan), serta Gebyar Batubara Beranjak (Batubara).


Selain itu, sejumlah event bertaraf internasional serta agenda ekonomi kreatif dan fashion juga akan meramaikan kalender wisata Sumut sepanjang 2026.


“Kami berharap pelaksanaan event tahun 2026 dapat berjalan dengan baik seperti event tahun sebelumnya,” ujarnya.


Secara data, sektor pariwisata Sumut menunjukkan tren positif. Hingga November 2025, realisasi kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 268.939 kunjungan atau meningkat 15,5 persen dibandingkan tahun 2024.


Pemprov Sumut optimistis, melalui sinergi konsep pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, industri, dan media, angka kunjungan wisatawan akan terus tumbuh pada 2026.


Peluncuran tersebut turut dihadiri sejumlah bupati dari berbagai daerah, antara lain Pakpak Bharat, Samosir, dan Dairi, Penjabat Sekdaprov Sumut Sulaiman Harahap, pimpinan OPD, pimpinan BUMN/BUMD, serta perwakilan lembaga, asosiasi, dan komunitas. (R)

Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
Alumni Pejuang Digital Dilepas Wapres dan Mendikdasmen, Beasiswa Negara Kembali ke Rakyat
Revitalisasi 19 Sekolah di Karangasem Selesai, Kemendikdasmen Tegaskan Keberlanjutan Program
Perkuat Posisi Jateng sebagai Pusat Batik Nasional, Nawal Yasin Ajak Pengrajin Berinovasi
Nawal Yasin Kunjungi Kampung Singkong Salatiga, Tekankan Inovasi UMKM Lokal
komentar
beritaTerbaru