Semarang (buseronline.com) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat berbagai kolaborasi strategis dengan sejumlah pemangku kepentingan guna mengakselerasi produktivitas pangan. Langkah tersebut ditempuh sebagai upaya menjadikan Jawa Tengah sebagai penumpu pangan nasional pada 2026.
Komitmen itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kamis malam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PW Muhammadiyah Jawa Tengah Tafsir, jajaran Forkopimda Jawa Tengah, serta perwakilan LDK dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam sambutannya, dilansir dari laman Jatengprov, Luthfi membeberkan sejumlah langkah konkret yang telah dilakukan, di antaranya menjalin komitmen bersama para bupati dan wali kota se-Jawa Tengah guna mengejar target produksi sekitar 10,5 juta ton gabah kering giling (GKG) pada tahun ini. Selain padi, peningkatan produktivitas juga difokuskan pada komoditas lain seperti jagung.
Menurutnya, pencapaian target tersebut tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk pemerintah pusat, organisasi masyarakat, swasta, hingga tokoh-tokoh keagamaan.
“Kita gandeng semua untuk kerja-kerja kolaboratif, baik itu tokoh maupun organisasi kemasyarakatan, termasuk di dalamnya organisasi Muhammadiyah,” ujar Luthfi.
Ia juga mendorong Lembaga Dakwah Komunitas PP Muhammadiyah untuk turut terlibat aktif dalam pembangunan daerah. Menurutnya, dakwah tidak hanya sebatas urusan keagamaan, tetapi juga harus menyentuh aspek sosial dan kesejahteraan masyarakat.
“Lembaga dakwah komunitas bukan hanya membawa misi dakwah, tapi juga misi pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan umat,” tambahnya.
Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan, capaian Jawa Tengah di sektor pangan telah dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto dan mendapat apresiasi. Ia menilai, sejumlah program unggulan yang dijalankan daerah tersebut menunjukkan hasil positif.
Zulkifli menyebut, swasembada pangan menjadi salah satu prioritas nasional. Pada 2025, Indonesia bahkan mencatat surplus beras sekitar 4 juta ton dan tidak lagi melakukan impor.
“Kalau dikerjakan betul, itu bisa. Indonesia 2025 tidak impor beras. Tahun 2026 insyaallah juga tidak impor lagi. Begitu juga dengan jagung. Nilai tukar petani kita naik,” katanya.
Di sisi lain, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyatakan, gagasan mengintegrasikan misi pembangunan dalam dakwah sejalan dengan nilai dasar gerakan Muhammadiyah sejak awal berdiri.
Menurutnya, pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan telah meletakkan fondasi dakwah yang berorientasi pada kemaslahatan umat melalui pendidikan, layanan kesehatan, panti asuhan, hingga berbagai gerakan sosial dan kebencanaan.
“Sejak awal Muhammadiyah memang bergerak tidak hanya dalam dakwah keagamaan, tetapi juga dakwah sosial kemasyarakatan,” ucap Haedar.
Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis produktivitas pangan akan terus meningkat sekaligus memperkuat peran provinsi sebagai salah satu lumbung pangan nasional. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
komentar