Senin, 06 April 2026

Mentan Amran Sigap, 24 Truk Bantuan Disalurkan ke Korban Longsor Cisarua dan Upaya Pencegahan Bencana Disiapkan

Dirgahayu Ginting - Kamis, 29 Januari 2026 06:12 WIB
Mentan Amran Sigap, 24 Truk Bantuan Disalurkan ke Korban Longsor Cisarua dan Upaya Pencegahan Bencana Disiapkan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) menyerahkan bantuan kemanusiaan secara simbolis kepada Bupati Kabupaten Bandung Barat saat penyaluran bantuan bagi korban longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Rabu (28/1/2026). (D
Bandung Barat (buseronline.com) - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Sebanyak 24 truk bantuan logistik dikirim untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi sekaligus menyiapkan langkah permanen guna mencegah bencana serupa terulang.

Mentan Amran turun langsung ke lokasi bencana bersama Wakil Menteri Pertanian, jajaran pejabat Eselon I Kementerian Pertanian, serta anggota Komisi IV DPR RI, Rabu. Kehadiran tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam merespons cepat kondisi darurat dan melindungi masyarakat terdampak.

“Kami turut berduka cita atas korban bencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Kami turun langsung memberi bantuan ada 24 truk, bantuan siap saji, tetapi ada juga beras dan seterusnya,” kata Amran.

Berdasarkan data sementara, jumlah warga terdampak mencapai 564 jiwa dari 186 kepala keluarga (KK). Para pengungsi saat ini tersebar di sejumlah titik pengungsian. Di antara mereka terdapat kelompok rentan seperti anak-anak, balita, dan ibu hamil yang membutuhkan perhatian khusus.

Sebanyak 24 truk bantuan yang disalurkan berisi pangan siap saji, beras, air mineral, mi instan, biskuit, susu UHT, serta kebutuhan pokok lainnya. Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian, unit pelaksana teknis (UPT), serta dukungan mitra swasta. Nilai total bantuan yang dihimpun mencapai sekitar Rp1,17 M.

Amran menjelaskan, semula pemerintah menyiapkan hingga 100 truk bantuan. Namun, keterbatasan akses dan lokasi membuat distribusi awal difokuskan pada 24 truk agar penyaluran lebih efektif.

“Rencana awal kami siapkan 100 truk bantuan. Namun, karena keterbatasan lokasi, kami kirim 24 truk bantuan siap saji, disertai beras dan kebutuhan pokok lainnya. Yang terpenting, masyarakat bisa segera terbantu,” ujarnya.

Selain bantuan darurat, dilansir dari laman Kementan, Mentan Amran menekankan pentingnya solusi jangka panjang untuk meminimalkan risiko longsor di wilayah tersebut. Ia mendorong penataan ulang pola tanam di kawasan lereng curam dengan mengganti tanaman hortikultura menjadi tanaman tahunan atau perkebunan yang memiliki perakaran kuat.

Menurutnya, akar tanaman tahunan mampu menahan struktur tanah sehingga mengurangi erosi dan potensi longsor.

“Ini kita harus berikan solusi permanen. Daerah kemiringan tajam kita ganti menjadi tanaman perkebunan, sementara daerah landai tetap hortikultura. Tanaman tahunan akarnya lebih dalam sehingga mencegah erosi dan longsor,” jelasnya.

Program tersebut, lanjut Amran, telah memiliki dukungan anggaran dan sejalan dengan arahan Presiden RI untuk pengembangan tanaman perkebunan seluas 870 ribu hektare secara nasional, dengan prioritas kawasan rawan bencana.

Ia memastikan pelaksanaannya akan segera dilakukan setelah adanya usulan dari pemerintah daerah. Selama masa transisi, petani tetap dapat menerapkan sistem tumpang sari agar pendapatan tidak terganggu.

“Untuk sementara bisa disisip hortikultura supaya pendapatan tetap berjalan. Setelah tanaman tahunan produktif, baru sepenuhnya beralih,” imbuhnya.

Pemerintah pusat juga siap membantu pemulihan lahan pertanian dan sarana produksi yang rusak, termasuk greenhouse, melalui koordinasi dengan pemerintah daerah, guna memastikan produktivitas petani tetap terjaga pascabencana.

Dalam kesempatan yang sama, anggota Komisi IV DPR RI Fraksi NasDem, Rajiv, mengapresiasi respons cepat Kementerian Pertanian. Ia menilai Kementan tidak hanya fokus pada urusan sektor pertanian, tetapi juga aktif dalam misi kemanusiaan.

“Kami dari Komisi IV mengapresiasi Kementerian Pertanian yang selalu cepat tanggap menanggulangi bencana. Bukan hanya di bidangnya, tapi juga fokus pada bantuan kemanusiaan,” ujarnya.

Ia turut menyampaikan terima kasih kepada TNI, Polri, BNPB, serta seluruh pihak yang terlibat dalam evakuasi dan penanganan korban.

Melalui bantuan cepat, dukungan logistik, dan perencanaan mitigasi jangka panjang, Kementerian Pertanian menegaskan komitmennya membangun sistem pertanian yang lebih tangguh, aman, dan berkelanjutan demi melindungi petani serta masyarakat di wilayah rawan bencana. (R)
Editor
: Dirgahayu Ginting
beritaTerkait
Indonesia Minta Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Dunia Usai Gugurnya Tiga Prajurit UNIFIL
Pemkab Taput Dukung Groundbreaking Jembatan Sitakka yang Dibangun Kodam I/BB
Gubernur Pramono Pastikan Penanganan Optimal bagi Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di RSKD Duren Sawit
BURT Pastikan Layanan Prima Provider Jasindo Saat Tinjau RS Columbia Asia BSD
Tingkatkan Literasi Generasi Penerus, Pendamping Anak Perlu Terampil
150 Alumni LPDP Dilibatkan Mendikdasmen Dampingi Belajar Digital di Wilayah 3T
komentar
beritaTerbaru