USU Catat Sejumlah Capaian dan Perkuat Ambisi Menuju Kampus Berdaya Saing Global
Medan (buseronline.com) Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat sejumlah capaian penting hingga Agustus 2026 dalam upayanya memperkuat p
Pendidikan 10 jam lalu
Manokwari (buseronline.com) - Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat kapasitas penyuluh dan petani melalui strategi tanam cerdas guna menghadapi dampak perubahan iklim yang memicu hujan ekstrem dan meningkatkan risiko banjir. Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas produksi padi nasional sekaligus menekan potensi gagal panen.
Dilansir dari laman Kementan, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi ancaman serius bagi produktivitas pertanian karena menyebabkan ketidakpastian musim tanam, kekeringan, hingga banjir.
“Kita harus melakukan mitigasi risiko agar dampaknya tidak mengganggu ketahanan pangan,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya.
Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, mengatakan perubahan iklim ekstrem meningkatkan risiko gagal panen akibat fluktuasi suhu, perubahan pola curah hujan, serta kejadian cuaca yang semakin sulit diprediksi.
“Fenomena ini menjadi ancaman nyata bagi sektor pertanian Indonesia. Karena itu, sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, diperlukan penguatan kapasitas sumber daya manusia pertanian yang adaptif terhadap iklim,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Manokwari menggelar Millennial Agriculture Forum (MAF) Volume 7 Edisi 4 bertema Antisipasi Banjir dan Perubahan Iklim: Strategi Tanam Cerdas untuk Meningkatkan Produksi Padi, Sabtu (24/1/2026). Kegiatan ini menjadi wadah peningkatan literasi iklim sekaligus penguatan kompetensi penyuluh, petani, dan generasi muda pertanian dalam merespons cuaca ekstrem.
Forum yang dikemas dalam bentuk webinar tersebut diikuti dosen, mahasiswa, penyuluh pertanian, serta petani dari berbagai daerah. Para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan strategi tanam berbasis data iklim guna meminimalkan dampak hujan ekstrem dan banjir terhadap produksi pangan.
Sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, praktisi, dan pelaku lapangan dihadirkan untuk memperkaya perspektif adaptasi. Di antaranya Prof Dr Antonius Suparno MP, Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Papua; Fadri Prasetya STr Met, Pengamat Meteorologi dan Geofisika Penyelia; serta Feri Irawan, Sekretaris Brigade Pangan Sejahtera 1.
Prof Antonius menekankan pentingnya pemahaman klimatologi sebagai dasar pengambilan keputusan dalam penentuan waktu tanam.
“Dengan memahami prediksi cuaca, petani dapat melakukan antisipasi dini. Perubahan iklim bukan lagi ancaman masa depan, melainkan fenomena nyata yang sudah dan sedang terjadi,” katanya.
Sementara itu, Fadri Prasetya menjelaskan bahwa mitigasi perubahan iklim harus dilakukan secara terpadu, mulai dari pembangunan infrastruktur pengendali banjir, normalisasi sungai, penerapan sistem peringatan dini, hingga adaptasi berbasis alam.
“Perubahan iklim adalah threat multiplier. Karena itu, kesiapsiagaan dan perubahan perilaku terhadap alam menjadi investasi mutlak bagi keselamatan dan keberlanjutan pertanian,” paparnya.
Berbagi pengalaman lapangan, Feri Irawan mengajak petani mempercepat pengolahan lahan dan menyesuaikan waktu tanam agar produktivitas tetap terjaga di tengah cuaca ekstrem. Ia menyebut dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari pemerintah serta keterlibatan swasta mampu mempercepat proses pengolahan lahan dibanding metode konvensional.
“Dengan alsintan, petani tidak kehilangan momentum masa tanam yang krusial,” ujarnya.
Menutup kegiatan, Kepala Pusat Pendidikan Muhammad Amin menegaskan bahwa swasembada pangan harus dibangun secara berkelanjutan dengan strategi adaptif terhadap iklim.
“Banjir dan iklim ekstrem tidak boleh menghentikan produksi. Jika satu lokasi terkendala, potensi lahan lain harus dioptimalkan agar produktivitas tetap terjaga,” tegasnya.
Melalui penguatan kapasitas penyuluh dan petani serta penerapan strategi tanam cerdas, Kementan berharap sektor pertanian tetap tangguh menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional. (R)
Medan (buseronline.com) Universitas Sumatera Utara (USU) mencatat sejumlah capaian penting hingga Agustus 2026 dalam upayanya memperkuat p
Pendidikan 10 jam lalu
Bogor (buseronline.com) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengundang para petugas yang terlibat dalam rangkaian peringatan Hari
Regional 10 jam lalu
Medan (buseronline.com) Gallery Mustika Deli Dekranasda Medan resmi diluncurkan sebagai ruang promosi sekaligus inkubasi bagi pelaku UMKM
Ekonomi 11 jam lalu
Yahukimo (buseronline.com) Upacara pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Repub
Hukum & Peristiwa 11 jam lalu
Semarang (buseronline.com) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kembali membuka program beasiswa bagi kalangan santri melalui
Pendidikan 12 jam lalu
Batang (buseronline.com) Sebanyak 883 calon jemaah haji Kabupaten Batang mulai menjalani pemeriksaan kesehatan atau Medical Check Up (MCU)
Kesehatan 13 jam lalu
Rembang (buseronline.com) Sebanyak 32 sekolah di Kabupaten Rembang meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kabupaten 2026. Penghargaan terseb
Pendidikan 13 jam lalu
Medan (buseronline.com) Pemerintah Kota Medan bersama DPRD Kota Medan menyepakati arah kebijakan anggaran melalui penandatanganan Nota Kes
Ekonomi 14 jam lalu
NTT (buseronline.com) Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri dalam pena
Hukum & Peristiwa 14 jam lalu
Bandung (buseronline.com) Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat (Disdik Jabar) bersama Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) memperkuat ko
Pendidikan 15 jam lalu