Bandung (buseronline.com) - Pemerintah Kota Bandung resmi membuka Bulan Belanja Bandung 2026 melalui penyelenggaraan Pasar Kreatif Bandung di Paris Van Java Mall, Minggu.
Dilansir dari laman Jabarprov, kegiatan tersebut melibatkan 339 pelaku usaha lokal sebagai upaya memperluas pemasaran produk, meningkatkan penjualan UMKM, serta menggerakkan perekonomian daerah.
Pembukaan Pasar Kreatif Bandung menjadi bagian dari strategi Pemkot Bandung dalam memperkuat sektor perdagangan dan pariwisata melalui rangkaian festival belanja yang berlangsung selama Juni hingga Agustus 2026.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan Pasar Kreatif Bandung merupakan salah satu agenda unggulan yang disiapkan untuk menarik wisatawan sekaligus meningkatkan transaksi produk lokal.
"Ini adalah upaya berbulan-bulan yang kita siapkan. Dari Juni kita gelar berbagai festival belanja. Pasar Kreatif ini menjadi salah satu puncak awalnya," ujar Farhan.
Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan ke Kota Bandung harus diimbangi dengan kesiapan produk kreatif yang mampu memberikan pengalaman belanja yang berkesan bagi para pengunjung.
"Wisatawan yang datang ke Bandung jangan pulang dengan tangan kosong. Infrastruktur itu tugas pemerintah, tapi pengalaman belanja itu tanggung jawab pelaku usaha," katanya.
Farhan menilai kekuatan Kota Bandung terletak pada kreativitas para pelaku usaha yang mampu menghasilkan produk dengan karakter dan nilai tambah yang kuat.
"Karya kreatif itu harus punya greget, punya rasa. Itu yang membuat Bandung berbeda dari kota lain. Kita mungkin kalah infrastruktur, tapi soal kreativitas dan nilai yang dimiliki, Bandung unggul," ujarnya.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjaga ketersediaan pasokan barang agar peningkatan daya beli masyarakat tidak menyebabkan kenaikan harga di pasar. "PR kita ada di suplai. Daya beli bagus, tapi produksi harus ditingkatkan supaya harga tetap stabil," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung, Ronny Ahmad Nurudin, menjelaskan bahwa Pasar Kreatif Bandung 2026 diikuti oleh 169 pelaku usaha sektor fesyen, 78 usaha kriya, dan 92 usaha kuliner.
Menurut Ronny, sekitar 40 persen peserta yang terlibat merupakan pelaku usaha baru yang mendapat kesempatan memperkenalkan produknya kepada pasar yang lebih luas.
Ia mengatakan kegiatan Pasar Kreatif Bandung akan digelar secara bergiliran di delapan pusat perbelanjaan hingga awal Agustus 2026. "Program ini memberikan ruang promosi yang lebih besar bagi UMKM untuk berkembang dan menjangkau konsumen baru," ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Pasar Kreatif Bandung berhasil mencatat omzet hingga Rp10,1 miliar dengan melibatkan lebih dari 300 pelaku usaha.
Selain Pasar Kreatif Bandung, rangkaian Bulan Belanja Bandung 2026 juga mencakup Indonesia Shopping Festival, Hari Belanja Diskon Indonesia, dan Bandung Great Sale yang diharapkan mampu meningkatkan transaksi ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi wisata belanja.
Ronny menambahkan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pengelola pusat perbelanjaan menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan UMKM dan penciptaan lapangan kerja baru. "Ketika pelaku usaha tumbuh, lapangan kerja meningkat dan ekonomi daerah akan semakin kuat," katanya.
Melalui program Bulan Belanja Bandung 2026, Pemerintah Kota Bandung berharap dapat meningkatkan omzet UMKM, membuka lebih banyak lapangan kerja, serta memperkuat citra Bandung sebagai kota kreatif dan pusat wisata belanja di Indonesia. (R)
beritaTerkait
komentar